Kuasa Hukum PT BIT Tegaskan Belum Ada Tersangka Kasus Karhutla

Kuasa Hukum PT BIT Tegaskan Belum Ada Tersangka Kasus Karhutla. Putu menegaskan, belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.

Kuasa Hukum PT BIT Tegaskan Belum Ada Tersangka Kasus Karhutla
kodim 1006 martapura
iLUSTRASI: Satgas Karhutla yang sudah tentuk terus meminimalisir titik api di Martapura dan Banjarbaru agar tidak terjadi kembali kebakaran hutan dan lahan secara seketika. 

BANJARMASINPOST. CO. iD,  MARTAPURA - Berita terkait telah ditetapkannya PT Borneo Indotani (PT BIT) di Kabupaten Banjar sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel, ditepis oleh pihak PT BIT melalui Kuasa Hukumnya, Putu Kastu SH MH.

Putu menegaskan, belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.

"Pemeriksaan saja belum selesai, ada berapa direktur mau diperiksa, manajer dan sebagainya. Jadi belum ada penetapan tersangka, kalau surat pemberitahuan dimulainya penyidikan ya itu sudah. Sekali lagi, belum ada penetapan tersangka," kata Putu ketika dikontak reporter BPost, Rabu (27/11) malam.

Putu juga menegaskan, ada kekeliruan dalam penyampaian SPDP, dikira penetapan tersangka.

Polda Kalsel Tetapkan 20 Tersangka Karhutla, Dua dari Korporasi

"Yang jelas proses terus kita diikuti, yakni saat ini masih dalam proses pemeriksaan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, satu jaksa dalam kasus ini, Sandy Rosadi SH, Kamis (21/11/2019) siang menyebutkan, PT BIT di Kabupaten Banjar ditetapkan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel menjadi tersangka .

"Iya sudah ada satu koorporasi jadi tersangka yakni PT BIT, dalam hal tersangkanya koorporasi," ucapnya ketika ditanya perkembangan kasus karhutla ini.

Pasal dikenakan oleh penyidik sendiri adalah Pasal 97 dan 98 Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009.

Namun Kastu menegaskan bahwa setelah pihak PT BIT melakukan konfirmasi ke Krimsus Polda Kalsel yang menangani kasus karhutla, penyidik belum mengatakan atau menetapkan adanya tersangka.

Sebelumnya, petugas Direktorat Reserser dan Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan mendatangi dua lahan koorporasi yang terbakar yakni lahan PT MIB dan PT BIT, di Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Rabu (25/9) siang.

Petugas mengambil sampel di kedua lahan itu seperti tanah bagian atas, arang dan lainnya.

Terlihat hadir dalam penghambilan sampel itu dua saksi ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Ahli Kebakaran Hutan dan Lahan, Prof Bambang Heru Saharjo, dan Ahli Kerusakan Lingkungan, Dr Ir Basuki Wasis hingga Direktur Krimsus Kombes Masrur.

Selain itu petugas pun mengambil contoh sampel tanah yang tak terbakar. Tak lama kemudian petugas membentangkan garis polisi ke lokasi yang terbakar tersebu yang bertulisan bahwa di lahan ini bahwa lahan ini dalam proses penyidikan Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Dan Dilarang Masuk dan Melaksanakan Aktifitas di Dalam Areal Ini.
Dalam pengambilan sampel ini disksikan langsung dari perwakilan PT MIB dan PT BIT. Beda dengan PT MIB yang sebagian areal terbakarnya adalah lahan sawit namun di PT BIT belum ditanami alias ditumbuhi semak belukar.

(banjarmasinpost.co.id/irfani rahman/nia kurniawan)

Penulis: Kamardi
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved