Kesehatan

6 Cara Penanganan Hipertensi Agar Tak Terjadi Komplikasi, Olahraga Teratur hingga Kurangi Garam

Setiap orang memiliki faktor risiko berbeda terkait kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi, mulai dari usia, riwayat medis, atau faktor genetik.

6 Cara Penanganan Hipertensi Agar Tak Terjadi Komplikasi, Olahraga Teratur hingga Kurangi Garam
net
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID -Tekanan darah tinggi atau Hipertensi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat.

Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.

Dilansir dari Kompas.com, Komplikasi adalah bayang-bayang yang selalu menghantui penderita tekanan darah tinggi. Jika penanganan hipertensi tidak tepat, bukan tidak mungkin terjadi masalah di organ tubuh lainnya.

Bila tekanan darah sulit dikendalikan, setidaknya kendalikan gaya hidup yang sehat untuk menangani hipertensi.

Setiap orang memiliki faktor risiko yang berbeda terkait kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi, mulai dari usia, riwayat medis, atau faktor genetik.

Ada beberapa faktor risiko yang tidak mudah dikendalikan, seperti penuaan atau genetik. Itu sebabnya, penanganan hipertensi harus fokus pada kedisiplinan menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Picu Penyakit Kronis Jantung dan Stroke, Simak 8 Gejala Hipertensi dan Tips Menurunkan Darah Tinggi

Komplikasi akibat hipertensi

Tekanan darah tinggi bisa memicu berbagai masalah pada jantung, otak, ginjal, juga pembuluh darah. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi di antaranya:

  • Penyempitan pembuluh darah
  • Melemah dan membengkaknya pembuluh darah (aneurysm)
  • Serangan jantung
  • Pembengkakan jantung
  • Gagal jantung
  • Transient ischemic attack
  • Stroke
  • Demensia
  • Gangguan kognitif
  • Gagal ginjal

Tak hanya beberapa risiko komplikasi di atas, hipertensi bahkan bisa menyebabkan masalah pada retina seperti retinopathy, penumpukan cairan di bawah retina, hingga kerusakan saraf mata.

Penderita hipertensi kronis juga bisa mengalami gangguan fungsi seksual seperti disfungsi ereksi hingga gairah seksual menurun drastis.

Ilustrasi
Ilustrasi (net)
Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved