Ekonomi dan Bisnis

Akhir Tahun Tak Ada Lonjakan Pembeli Ayam Potong dan Bahan Pokok Lainnya di Pasar Sentra Antasari

Dikatakannya, selaku pedagang ayam di Pasar Sentra Antasari, pasokan terbilang aman dan cukup untuk saat ini hingga memasuki awal tahun 2020.

Akhir Tahun Tak Ada Lonjakan Pembeli Ayam Potong dan Bahan Pokok Lainnya di Pasar Sentra Antasari
Banjarmasinpost.co.id/mariana
Aktivitas pedagang ayam potong di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketersediaan pasokan bahan pangan memasuki fase akhir tahun terbilang aman. Pantauan Banjarmasinpost.co.id, tampak komoditi bahan pokok di pasar tradisional miliki stok yang stabil.

Di lapak pedagang ayam Hj Husna misalnya, diletakkan cukup banyak daging ayam ras potong. Selain di atas lapak dia jua simpan di lemari pendingin yang diisi es batu.

Dikatakannya, selaku pedagang ayam di Pasar Sentra Antasari, pasokan terbilang aman dan cukup untuk saat ini hingga memasuki awal tahun 2020.

"Kami memasok ayam-ayam ini dari Pelaihari, Tanahlaut. Sejauh ini alhamdulillah lancar saja tidak ada kendala apapun, stok pun Insya Allah aman saja," ujar Husna kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dalam sehari, dia mampu menjual kurang lebih 50 ekor ayam ras. Harga daging ayam ras segar tersebut dibanderol mulai Rp 30.000 per ekor, sedangkan per kilo dibanderol Rp 25.000.

Dinas Tenaga Kerja Banjarmasin Minta Ribuan Perusahaan Tiru BUMN Untuk Bentuk Serikat Pekerja

Kebanyakan pembeli di tempatnya yang sudah lama berlangganan. Mulai dari pengusaha rumah makan hingga ibu rumah tangga.

"Tidak bergantung musim, seperti saat ini akhir tahun pembeli tetap normal karena sebagian besar pembeli di tempat saya sudah memesan berlangganan untuk usaha rumah makan dan catering," imbuhnya.

Di lapak pedagang ayam lainnya, Hj Rahmah menjual daging ayam ras potong seharga bervariasi antara Rp 24.500-25.000 per kg. Diakuinya harga ayam tersebut cenderung fluktuatif.

Memasuki akhir tahun, diakuinya tidak terjadi peningkatan daya beli konsumen. Kebanyakan pembeli di lapaknya adalah konsumen yang sudah berlangganan seperti pengusaha rumah makan.

Dia menjelaskan untuk harga yang ditawarkannya variatif tergantung ukuran satu ekor ayam. Yang berukuran kecil hingga sedang dibanderol Rp 24.000-28.000, sedangkan ayam berukuran besar seharga Rp 36.000-40.000.

Komoditi lainnya, yakni telur mengalami tren kenaikan harga namun tidak signifikan selama fase akhir tahun berlangsung.

Wakil Bupati Tabalong Mawardi Terima Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman RI

Diungkapkan onwer Toko Adi N Talu, Husni Kadrin, harga telur juga alami fluktuasi beberapa kali berganti harga dalam sepekan.

"Sekarang harga telur ayam ras dipatok Rp 21.000 per kg untuk harga partai, naik Rp 1.000 sejak dua hari lalu dari. Pekan lalu harganya di kisaran 18.000-20.008 dan selalu alami tren kenaikan hingga saat ini," ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Diakuinya, stok telur di tempatnya menipian lantaran permintaan konsumen terus meningkat memasuki puncak akhir tahun.

Sedangkan harga telur ayam kampung justru alami penurunan harga dari Rp 1.900 per butir menjadi Rp 1.700. Harga telur tambak dibanderol Rp 1.800-2.300 per butir, dan telur puyuh Rp 350. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved