Berita Tapin

Ikuti Isbat Nikah Massal, 54 Pasangan Kenakan Pakaian Pengantin di Aula PKK Kabupaten Tapin

Sebanyak 54 pasangan mengenakan pakaian pengantin seragam warna putih berkumpul di Aula PKK Kabupaten Tapin, Kamis (28/11/2019).

Ikuti Isbat Nikah Massal, 54 Pasangan Kenakan Pakaian Pengantin di Aula PKK Kabupaten Tapin
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Ketua PKK Kabupaten Tapin Hj Ratna Ellyani Arifin Arpan (kiri) berfoto bersama peserta nikah massal di Aula PKK Kabupaten Tapin, Kamis (28/11/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sebanyak 54 pasangan mengenakan pakaian pengantin seragam warna putih berkumpul di Aula PKK Kabupaten Tapin, Kamis (28/11/2019).

Mereka usai mengikuti proses pernikahan massal dan isbat nikah yang dilaksanakan Pengadilan Negeri Agama Rantau dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapin.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, Hj Ratna Ellyani Arifin Arpan mengatakan pelaksanaan nikah massal tahun ini lebih istimewa dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya.

Menurut istri Bupati Tapin HM Arifin Arpan peserta nikah massal itu sesuai jumlah angka hari jadi kabupaten Tapin.

"Tahun depan jumlahnya 55 pasangan. Itupun antusias peserta sangat tinggi karena ada yang baru mendengar informasi kegiatan nikah massal ini," katanya.

Penyakit Jembrana Masih Hantui Peternak Sapi di Banjar, Disbunak Lakukan Ini\

Kapolres Banjar kunjungi Dandim Martapura, Begini Keakraban yang Terlihat

Kronologi Isu Perselingkuhan Nella Kharisma & Mantan Bupati Kediri, Teman Ayu Ting Ting Lapor Polisi

Kedepan, Hj Ratna Ellyani Arifin Arpan akan melakukan seleksi ketat terhadap peserta nikah massal tahun depan.

Itu karena sangat mungkin, dugaan Hj Ratna Ellyani Arifin Arpan, peserta memanfaatkan momen ini, untuk melegalkan pernikahan siri.

"Tahun depan itu, usia peserta nikah massal yang diikutkan sebagai peserta yang berusia lebih tua," katanya.

Peserta nikah massal yang diselenggarakan PKK Kabupaten Tapin bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tapin tahun ini, melibatkan instansi vertikal.

Instansi vertikal itu, di antaranya Pengadilan Agama Rantau untuk isbat nikah masaal dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapin untuk nikah massal.

Pasangan peserta isbat nikah asal Kecamatan Binuang mengaku senang.

Itu karena pernikahan mereka dibawah tangan sejak 2013 lalu, kini sudah berstatus resmi dan dilegalkan Pemerintah.

"Kami langsung dapat kartu keluarga baru dari Pemerintah Kabupaten Tapin," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved