Kriminalitas Tapin

Baru Berusia 19 Tahun Sudah Edarkan 400 Butir Dextro, Begini Nasib Rafliyanor Ihsan

Rafliyanor Ihsan (19) warga Desa Hatiwin Rt. 002/001 Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diamankan

Baru Berusia 19 Tahun Sudah Edarkan 400 Butir Dextro, Begini Nasib Rafliyanor Ihsan
Istimewa
Rafliyanor Ihsan (19) warga Desa Hatiwin Rt. 002/001 Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Rafliyanor Ihsan (19) warga Desa Hatiwin Rt. 002/001 Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diamankan anggota Polsek Bungur, Kabupaten Tapin.

Polisi mengamankan anak muda itu terkait peredaran obat tablet jenis Dextro yang dikuasainya.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id dari Humas Polres Tapin, Rafliyanor Ihsan disangka melanggar pasal 197 sub 198 UURI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Penyidik Polsek Bungur, menduga tindak pidana melakukan pekerjaan mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar atau setidaknya tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian.

Kapolres Palangkaraya Gandeng Tokoh Jaga Kamtibmas Jelang Pilgub

Ahok Gagal Pimpin Pertamina Disebut Sosok Bukan Veronica Tan, Nasib BTP & Puput Nastiti Devi Dibahas

Perasaan Sebenarnya Aurel Hermansyah pada Atta Halilintar Terbongkar, Kata Ashanty & Krisdayanti?

Rafliyanor Ihsan tertangkap tangan di sebuah Pos Kamling, Desa Purut Rt. 003/002 Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 17.00 Wita.

Polisi menemukan 400 butir pil obat dextro yang dikemas dalam 40 plastik klip. Setiap satu plastik klip berisi 10 butir dan selembar uang kertas pecahan Rp 50 ribu.

Polisi menduga uang pecahan Rp 50 ribu itu adalah hasil penjualan obat tersebut.

Paur Humas Polres Tapin, Aipda Puryaji menjelaskan pengungkapan peredaran pil warna kuning itu di Desa Purut, Kecamatan Bungur.

"Polsek Bungur telah melakukan pengungkapan tindak pidana melakukan pekerjaan mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke kantor Kepolisian Sektor Bungur untuk diproses lebih lanjut," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved