Berita Tanahbumbu

Bikin Resah Warga Dua Kecamatan, Tukang Palak Bergolok Diringkus Polsek Angsana

Herman berhasil diringkus anggota Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Angsana, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 16.30 Wita.

Bikin Resah Warga Dua Kecamatan, Tukang Palak Bergolok Diringkus Polsek Angsana
istimewa/polsek angsana
Herman pelaku pemerawasan warga diringkus anggota Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Angsana, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 16.30 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Aksi beringas Herman alias Dayak, membuat resah warga di Kecamatan Angsana dan Sungailoban Kabupaten Tanahbumbu lantaran ulahnya yang sering memeras dan mengancam korbannya menggunakan golok berakhir sudah.

Berakhirnya aksi pemerasan dan pengancaman dilakukan Herman setelah, ia berhasil diringkus anggota Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Angsana, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 16.30 Wita.

Penangkapan oleh anggota yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Angsana Aipda Mihrab. Saat tersangka Herman sedang berada di rumahnya di Desa Sebamban Baru, Kecamatan Sungailoban Tanahbumbu.

Kapolres Tanahbumbu AKBP Sugianto Marweki SIK.MSi melalui Kapolsek Angsana Iptu H Tony Haryono SE.MM membenarkan, anggotanya meringkus tersangka karena sangat meresahkan warga.

Puting Beliung Mengamuk Selama November di Kabupaten Banjar, BPBD Catat Terjang 19 Desa

5 Cara Menangani Serangan Jantung Harus Segera Dilakukan, Satu Diantaranya CPR dan Aspirin

Nyeberang di Tiga Dermaga Batola-Banjarmasin, Pelajar Digratiskan Sampai Desember 2020

Paman Birin Cup 2019 3x3 competition, Tiga Tim Ini Pastikan Lolos 8 Besar

Pelaku beberapa kali melakukan pemerasan dan pengancaman di wilayah Kecamatan Angsana dan Sungailoban.

Menurut Tony, pertama pada Kamis (14/11/2019) pukul 23.00 wita di Desa Banjarsari, RT 04, Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu.

Berawal saat Sudaryani seorang saksi mengantar piring ke rumah kakanya Parijo yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya.

Di samping rumah Parijo, saat itu kondisi agak gelap. Tiba-tiba rambut Sudaryani ditarik seseorang yang tidak dikenalnya. Selain orang tidak dikenal itu juga menodongkan sebilah parang dan merebahkan tubuh Sudaryani ke tanah sambil meminta sejumlah uang.

Sudaryani sempat berteriak dan teriakan meminta tolong itu didengar kakaknya Parijo yang langsung mendatangi asal teriakan tersebut. Parijo pun sontak terkejut karena melihat adiknya ditodong pelaku.

Pelaku meminta sejumlah uang kepada Parijo. Tidak ingin terjadi apa-apa kepada adiknya, Parijo memberikan uang Rp 1.000.000 kepada pelaku yang kemudian melarikan diri ke arah belakang rumah korban menuju perkebunan sawit.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved