Berita Kotabaru

Bantuan 2.000 Seng Sudah Tiba di Posko Kebakaran Sebuku, Tercatat 158 Rumah Terbakar

Satu pekan pasca kebakaran hebat di Desa Sei Bali, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, masih terus mendapatkan

Bantuan 2.000 Seng Sudah Tiba di Posko Kebakaran Sebuku, Tercatat 158 Rumah Terbakar
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Langgar Pulau Sebuku yang Tidak Hncur Saat Kebakaran 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Satu pekan pasca kebakaran hebat di Desa Sei Bali, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, masih terus mendapatkan kiriman bantuan dari berbagai daerah.

Termasuk bantuan tim kesehatan dari sejumlah daerah di antaranya dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Tim kesehatan bertugas untuk memberikan pelayanan kepada korban kebakaran yang kehilangkan tempat tinggal.

Kesehatan korban kebakaran pun setiap hari diperiksa.

Namun hingga saat ini, tidak ada penyakit yang membahayakan bagi para korban kebakaran di pengungsian dan tempat keluarga.

Sosok Ortu Agnez Mo Disorot Nikita Mirzani Pasca Eks Rezky Aditya Sebut Tak Miliki Darah Indonesia

Pernikahan Ala Jepang Diingini Luna Maya, Saat Kedekatan Mantan Ariel dengan Ryochin Makin Santer

Kepasrahan Ashanty, Makin Kurus & Sakit-sakitan, Ibu Tiri Aurel Sebut Akibat Hidup Kelam Massa Lalu

Menurut Kepala Puskesmas Pulau Sebuku yang juga menjadi tim Kesehatan Posko Induk, Sayuk Yuswanto SKep, Ns, Sabtu (30/11/19), tim kesehatan selalu bergerak di posko 1 dan 2 serta posko induk.

"Alhmdulillah sampai saat ini tidak ada masalah yang berhubungan dengan kesehatan. Tapi kami selalu siap siaga 24 jam pelayanan dengan bantuan tim medis dari kabupaten lain dan Dinkes Kotabaru, " katanya.

Hingga saat ini, dilihat kondisi yang ada sudah mulai stabil.

Sebagian relawan kemarin sudah mulai ditarik.

Dia berharap semuanya bisa kembali pulih dan aman.

Sementara itu, Kepala BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya, mengatakan, bantuan logistik terus berdatangan dari luar daerah.

Termasuk bantuan bahan bangunan yang saat ini masih diperlukan.

"Bahan bangunan yang sudah ada berupa 2.000 lembar seng di Posko. Dan ini nantiya akan dibagikan ke warga dengan asumsi 30 lembar tiap satu rumah," kata H Jaya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Sementara kayu, lebih diminimkan untuk bangunan.

Tujuannya sebagai langkah meminimalisir terjadinya kebakaran karena sangat rentan.

"Lebih baik sementara menggunakan kalsiboard buat dinding serta baja ringan dan mengurangi kayu untuk rangka bangunan rumah," katanya.

Sementara itu, untuk data fix rumah yang terbakar pada peristiwa kebakaran yang terjadi di se Bali pada Sabtu (23/11/19) malam, ada sebanyak 158 unit rumah, plus Kantor Polsek dan asrama polisi, sarang walet dan los pasar.

Dari 158 itu terdiri dari 166 KK dengan jumlah 433 jiwa.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved