Berita Banjarmasin

Lolos Seleksi, Dua Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Ini Ikuti Student Mobility Program di 3 Negara

Dua mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin mengikuti kegiatan Student Mobility Program (SMP) pada 24-30 November 2019.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
istimewa/UIN Antasari
Dua mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin mengikuti kegiatan Student Mobility Program (SMP) pada 24-30 November 2019. 

BANJARMASIN POST.CO.ID - Dua mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin mengikuti kegiatan Student Mobility Program (SMP) pada 24-30 November 2019.

Menurut Ali, Humas UIN Antasari Banjarmasin, Sabtu (30/11/2019), dua mahasiswanya sebagai delegasi setelah melalui proses seleksi yakni Muhammad Akbar Sani dari Pendidikan Bahasa Inggris dengan judul presentasi The Role of Young People in the De-Radicalization of Religious Understanding dan Muhammad Rizqi Raharja berasal Pendidikan Bahasa Arab.

Dijelaskan dia, kegiatan ini bertujuan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta dalam rangka menuju World Class University.

Keduanya, bersama 68 mahasiswa PTKIN melakukan kunjungan ke beberapa Universitas yang ada di negara tetangga, yakni Kolej Az-Zuhri di Singapura, KUIS-Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor (Universitas Islam Antarbangsa Selangor), International Islamic University of Malaysia (IIUM), dan di Fathoni University Thailand.

Si Jago Merah Ludeskan 4 Bangunan di Sekumpul, Diduga Asal Api Dari Bedakan

Keberanian Syahrini Lakukan Ini ke Sosmed, Istri Reino Barack Siap Hadapi Haters Terkait Luna Maya?

Puting Beliung di Palbatu Bikin 2 Gedung Sekolah Ini Rusak Parah, Sarang Burung Waletpun Berantakan

LINK Live Streaming TV Online Bein Sports 1 Alaves vs Real Madrid Liga Spanyol, Link Beinsports 1

Dalam setiap kunjungannya, peserta melaksanakan seminar, diskusi, tukar pendapat antar mahasiswa lokal dan peserta SMP, mahasiswa dari tiap PTKIN pun mempresentasikan tulisan mereka mengenai moderasi keislaman yang sudah mereka kirimkan.

Hal ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai sistem akademik, proses pembelajaran, budaya lokal dan keislaman di negara lain, dan akhirnya dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk dapat berpikir maju dan berwawasan global dalam menjalankan kehidupannya, baik di dunia perkuliahan maupun saat menjalani kehidupan selepas masa kuliah. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved