Berita Banjarmasin

Kualitas Udara Kota Banjarmasin Berbahaya, AQMS Malah 'Berkata Sebaliknya'

Ada yang berbeda jika memperhatikan secara sesama pada sebuah papan pemantau kualitas udara atau biasa disebut Air Quality Monitoring System

Kualitas Udara Kota Banjarmasin Berbahaya, AQMS Malah 'Berkata Sebaliknya'
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Display AQMS di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin Kalsel atau tepatnya Hutan Kota yang menunjukkan salah satu partikulatnya, NO2nya Berbahaya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada yang berbeda jika memperhatikan secara sesama pada sebuah papan pemantau kualitas udara atau biasa disebut Air Quality Monitoring System (AQMS) Kota Banjarmasin.

Pasalnya, jika perangkat yang berada di pinggir Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin Kalsel itu memberikan informasi kualitas udara kota Banjarmasin dalam keadaan normal.

Pada Minggu (1/12/2019) siang tadi justru sebaliknya. Kualitas udara kota Banjarmasin dinyatakan perangkat tersebut masuk dalam kategori 'Berbahaya'.

Hal itu terlihat pada salah satu parameter partikulat ISPU (Indexs Standar Pencemaran Udara), NO2 yang berada di level 500 atau sangat tinggi.

BERLANGSUNG Link RCTI! Live Streaming Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam, Tak TV Online TVRI & UseeTV

LIVE BEIN SPORTS 1! Link Live Streaming TV Online Inter Milan vs SPAL di Liga Italia, Tak Live RCTI

LIVE MOLA TV! Live Streaming TV Online Norwich vs Arsenal Liga Inggris, Siaran Langsung TVRI

Melihat hal itu, seorang pengguna jalan di Lambung Mangkurat, Soleh pun mengaku sempat terkejut. Meskipun di tengah rasa kagetnya itu pula terbesit pula kebingungan karena kualitas udara kota Banjarmasin ia rasakan masih aman.

"Iya tadinya memang sempat kaget. Karena saya pikir, keterangan itu semacam prediksi cuaca gitu atau akan terjadi. Tapi setelah tahu realtime, justru saya balik bingung. Karena sampai sekarang saya rasa udara Banjarmasin sehat-sehat saja," ujarnya.

Sehubung itu pula Soleh pun berspekulasi ada masalah terhadap papan penyaji informasi kualitas udara kota Banjarmasin tersebut. Ia juga berharap jika hal tersebut benar agar segera diperbaiki atau diatasi oleh dinas terkait.

" Karena kan kasian, bukannya membuat masyarakat cerdas, justru malah terkibuli. Jadi saya rasa lebih baik dimatikan saja bila belum bisa diperbaiki," ujarnya.

Lain Soleh, rupanya kondisi atas keberadaan alat penyaji pembaca kualitas udara di kota Banjarmasin tersebut juga memantik perhatian pengamat lingkungan Kota Banjarmasin Hamdi.

Bahkan meski ia telah menyadari diduga ada kerusakan pada alat pembaca dan penyaji informasi kualitas udara di kota Banjarmasin tersebut seiring sempat mempostingnya melalui Facebook dan mendapatkan tanggapan.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved