Berita Kalteng

Pedagang Daging Sapi Segar di Palangkaraya Keluhkan Daging Beku, Konsumen Pilih Daging Kerbau

Daging beku yang didatangkan pemerintah dikeluhkan pedagang daging di Kota Palangkaraya, Kalteng.

Pedagang Daging Sapi Segar di Palangkaraya Keluhkan Daging Beku, Konsumen Pilih Daging Kerbau
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Pedagang daging sapi potong segar di Pasar Tradisional Palangkaraya, Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Tingginya harga daging sapi potong segar yang dijual di Pasar Tradisional Palangkaraya, Kalimantan Tengah, membuat konsumen , terutama ibu rumah tangga, memilih alternatif lain dengan membeli daging kerbau beku yang disiapkan pemerintah.

Kondisi ini, dikeluhkan para pedagang setempat yang berjualan daging sapi potong segar di Pasar Tradisional Palangkaraya, belakangan ini.

Wahyu, salah satu penjual daging sapi potong segar di Pasar Tradisional Palangkaraya mengeluhkan mulai menurunnya pembeli.

Dia beranggapan, harga daging kerbau beku yang dijual oleh pemerintah jauh lebih murah dari harga daging sapi potong segar yang dijualnya.

Proyek Sumur Bor di Bedandan Misterius, Kepala Balitbangda: Akan Kita Cek Proyek dari Mana?

Penggunaan Digital Payment Capai 15 Persen Per Bulan, Beragam Gimmick Menarik Bagi Costumer

Warga Banjarbaru Berharap Tahun Baru Bisa Berswafoto di Gerbang Perbatasan

Foto Jadul Syahrini & Ariel NOAH Tersebar, Kehadiran Luna Maya Disorot, Sebelum Nikahi Reino Barack?

"Daging sapi segar kami jual Rp120.000 perkg, sedangkan, daging kerbau beku Rp.80.000 perkg, tentu konsumen lebih memilih daging beku," ujarnya, Minggu (1/12/2019).

Dia mengatakan, dalam dua bulan terakhir, penjualan daging sapi potong segar, yang dijual mengalami penurunan mencapai 30 sampai 50 persen. "Biasa konsumen saya membeli sampai 10 Kg, tapi sekarang, rata-rata cuma 5 Kg," ujarnya. 

Salasiah, salah seorang pedagang makanan  di Palangkaraya, mengatakan, dia terpaksa membeli daging beku tersebut, lantaran harga daging sapi potong segar yang dijual dipasaran tinggi sedangkan dipasar tradisional, juga ada penjual daging beku. 

"Terpaksa beli daging beku, karena harga daging sapi segar mahal, toh saat daging tersebut dibuat masakan, sama saja rasanya yang penting halal. Jadi ketika harga daging sapi segar tinggi, sementara waktu saya beli daging beku, agar harga jualan makanan saya kepada pelanggan tidak dinaikkan," ujarnya.

Bali dan Lombok Pulau Eksotis Alternatif Liburan Akhir Tahun, Tarif Paket Mulai Rp 3 Jutaan

Jalan Rusak Menuju Wisata Pantai Ujung Pandaran Dikeluhkan Peserta Kemah Ely

BREAKING NEWS : Warga Geger, Tiga Sumur Bor di Sungai Sangkai Desa Bedandan Batola Keluar Api

Menanggapi, hal tersebut, Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri, mengatakan, jual beli barang ataimu sembako di pasar tersebut yang berlaku adalah hukum pasar.

"Masyarakat  atau konsumen akan memilih daging yang murah, itu sudah jadi hukum pasar, kami juga buat pasar penyeimbang sebagai penetrasi, agar tidak terjadi inflasi," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved