Berita Tanahlaut

Bintara Polres Tala Ini Rela Keluarkan Uang Sebanyak Ini Demi Bantu Sesama Hilangkan Tato

Sejak awal 2019 laluDeddy Purnomo membuka layanan penghapusan tato secara cuma-cuma.

Bintara Polres Tala Ini Rela Keluarkan Uang Sebanyak Ini Demi Bantu Sesama Hilangkan Tato
istimewa/deddy purnomo
TATO - Deddy Purnomo didampingi Wakapolres Tala Kompol Fauzan Arianto melalukan penghapusan tato. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Menjalankan usaha tak selamanya mencari laba. Inilah prinsip seorang Deddy Purnomo dalam menjalankan beragam usahanya.

Sejak awal 2019 lalu ayah tiga anak ini membuka layanan penghapusan tato secara cuma-cuma. Ini bagian dari derma sosial dari usaha klinik kecantikan miliknya yang berkantor pusat di depan Tugu PKK, Jalan Pancasila, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala).

Sedikitnya 90 orang yang telah tertangani (remove tatto). Saat ini yang masih dalam penanganan sebanyak 30 orang. Ini mengingat penghapusan tato tak bisa dilakukan secara instan, tapi bertahap hingga berpekan-pekan, bahkan berbulan-bulan.

Kebetulan ia berprofesi sebagai seorang polisi (brigadir)--Banit Satuan Binmas Polres Tala--Deddy memperluas layanan hapus tato gratis tersebut dengan bekerjasama dengan Polres Tala sejak era kepemimpinan Kapolres AKBP Sentot Adi Dharmawan SIK MH hingga sekarang.

Malam Pertama Citra Kirana & Rezky Aditya Disinggung Sahabat, Eks Ali Syakieb Lakukan Ini di Kamar

Tiga Sumur di Desa Bedandan Semburkan Gas, Warga Diminta Tak Nyalakan Api

Ditularkan Suami yang Suka ‘Jajan’, Ibu Hamil Kaget Kena HIV

Niatan Sebenarnya Agnez Mo Soal Tak Berdarah Indonesia Dibongkar Pakar, Eks Roger Danuarta Disorot

"Jadi sekarang bagi yang ingin menghapus tato bisa datang ke Klinik kami atau ke Mapolres Tala," tandas lelaki kelahiran Pelaihari Januari 1986 ini," Minggu (01/12/2019).

Jadwal layanan tiap Senin dan Kamis mulai pukul 09.00 Wita. Lantaran keterbatasan peralatan (cuma satu alat), hanya dua orang (pasien) yang mampu ditangani dalam sehari.

Tenaganya yakni Deddy dan satu orang rekannya di Binmas (urkes polres) serta Tim Ghanisa dari klinik kecantikan miliknya. Sang istri, Hj Rifatul Minnah, juga selalu terlibat karena merupakan tenaga ahli kecantikan di klinik tersebut.

"Saya dapat ilmu menghapus tato juga belajar dari istri. Menghapus tato perlu keahlian khusus, tak bisa dilakukan secara otodidak," tandas Deddy.

Perlengkapan penghapus tato pun tak murah, harganya puluhan juta dan bahkan hingga ratusan juta. Klinik kecantikan milik Deddy memiliki satu unit alat senilai Rp 45 juta.

Meski investasinya tak murah, namun Deddy tak merasa rugi memberikan layanan hapus tato gratis. Baginya, itu adalah sarana mendekatkan diri dan membantu masyarakat yang ingin 'hijrah' namun terkendala biaya.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved