Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO Diduga Keracunan Obat, Kulit di Sekujur Tubuh Nurjannah Melepuh, Mata Rasa Terbakar

Andi Rahman (34) warga Desa sungai landas RT 1 kecamatan karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan begitu setia dampingi dan merawat istrinya

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Andi Rahman (34) warga Desa sungai landas RT 1 kecamatan karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan begitu setia dampingi dan merawat istrinya, Nurjannah (29) yang tengah sakit.

Sakit yang diderita Nurjannah tidak biasa. Kulit pada sekujur tubuh Nurjannah melepuh, seperti kulit yang terbakar. Pada bagian muka pun demikian, tampak tak lagi menyerupai wajah asli, perbandingan ini terlihat dari foto Nurjannah sewaktu sehat yang ditunjukkan Andi.

Andi baru dua tahun menikahi Nurjannah. Baru dikarunia anak satu, bayi usia empat bulan. Dua bulan terakhir ini Nurjannah menderita penyakit yang menyiksa itu. Rasanya perih dirasakan Nurjannah. Dia hanya bisa berbaring, saat ditengok reporter banjarmasinpost.co.id, Senin (2/12/2019) tampak Nurjannah bergumam tidak jelas.

Bagi Andi sudah langsung paham, istrinya itu minta minum. Posisi Nurjannah saat minum masih berbaring , dibantu sedotan. Tidak lama kemudian andi membasahi tisu kemudian menempelkannya di kedua mata Nurjannah. Hal itu dilakukan untuk sekedar membuat bagian mata Nurjannah sejuk, seperti pedih kepanasan. Bagian kelopak saja terlihat memerah.

Hasil & Cuplikan Gol Tira Persikabo vs Barito Putera Pekan 30 Liga 1 2019, Skor 0-1 Babak Pertama

HEBOH, 3 Sumur Bor di Batola Keluarkan Api, Dinas ESDM Kalsel Minta Warga Cerbon Tidak Konsumsi Air

Istri Menderita Penyakit Aneh, Wajah & Kulit Tubuh Melepuh Seperti Terbakar, Andi Lakukan Hal Ini

Baru beberapa malam, Sejak Sabtu (30/11/2019) malam Nurjannah masuk rumah sakit ratu Zalecha Martapura, tepatnya di kamar merpati 5 ruang ruang bedah.

Bayi yang masih empat bulan terpaksa dititipkan dulu sementara di saudara. Andi juga terpaksa tak lagi bekerja demi mendampingi dan merawat Nurjannah. Mereka butuh bantuan dan uluran tangan dermawan.

" Saya tak mau tinggalkan istri, ingin selalu berada disampingnya," ucap Andi yang senantiasa berusaha tegar ketika ditemui.

Andi berkata, sambil pandangannya tetap mengarah ke ranjang tempat istrinya berbaring, dia hanya seorang buruh penghasilan tidak menentu. Satu Minggu kadang dapat Rp 300 ribu bahkan bisa kurang.

" Awalnya itu cuma gatal-gatal saja di area lipatan kulit, seperti sikut misalnya. Kemudian dua hari kemudian malah makin banyak dan kulit kering, perih," ucap Andi.

Diceritakannya keluarga Nurjannah sempat tidak mau dirawat. Tapi karena untuk mennginfus saja sulit praktis harus kembali dibawa ke RS. Hingga sampai warga desa Sungai landas musyarawah akhirnya Nurjannah dibawa ke rumah sakit.

" Nah, info kemarin dengan dokter spesialis kulit, Nurjannah ini keracunan obat. Ya ini Info dari Bu Ika spesialis kulit. Pas tadapat ibu dokternya. Ulun sendiri ketemu dokter Ika di Raza. Spesialis kulit yang nangani pasien.

Pasien sebenarnya baru melahirkan sesar. Trus pulang dalam kondisi sehat saja awalnya. Mungkin karena obat habis, beli sendiri akhirnya keracunan akibat salah obat, katanya. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved