Berita Banjarmasin

Sempat Jadi Tukang Cukur, Sosok Pejabat di UIN Antasari Ini Berprestasi Hingga Asia Tenggara

Jabatan Kepala Perpustakaan FakultasTarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Kalsel, tidak diperoleh Dr Ahmad Syawqi

Sempat Jadi Tukang Cukur, Sosok Pejabat di UIN Antasari Ini Berprestasi Hingga Asia Tenggara
Istimewa
Kepala Perpustakaan FakultasTarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Kalsel, Dr Ahmad Syawqi S.Ag S.IPI M.PdI. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jabatan Kepala Perpustakaan FakultasTarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Kalsel, tidak diperoleh Dr Ahmad Syawqi S.Ag S.IPI M.PdI dengan mudah. Ia harus meniti karir dari bawah, sebagai pegawai honorer.

Kehidupan masa mudanya juga tidaklah nyaman. Anak kedua dari empat bersaudara ini berasal dari keluarga biasa-biasa saja, meski ayah bekerja sebagai PNS namun gaji beliau kala itu tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga.

"Makanya ayah dan ibu sambil jualan beras dan telur. Saya pun saat SD di Kertak Hanyar, bantu orangtua dengan berjualan es lilin," ungkap pria kekahiran Banjarmasin, 12 Januari 1976 ini.

Ibunya hanya lulusan SD. Tapi beliau selalu berpesan, biar ibu saja yang berpendidikan rendah, anak-anaknya jangan demikian, tapi sekolah yang tinggi.

Update Daftar Perolehan Medali SEA Games 2019 Senin (2/12), Enam Emas Indoneisa Ada di Peringkat Ini

HEBOH, 3 Sumur Bor di Batola Keluarkan Api, Dinas ESDM Kalsel Minta Warga Cerbon Tidak Konsumsi Air

Inul Daratista Pamer Saldo ATM Cuma Rp 100 Ribu, Komentar Teman Ayu Ting Ting Ini Disorot

Ibu juga rajin mendoakan anak-anaknya agar berhasil dalam sekolah dan punya masa depan yang baik.

Bisa kuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari adalah berkah doa kedua orangtua. Walaupun biaya kuliah dari orangtua terbilang semampunya saja, tapi i punya komitmen ingin berhasil dalam kuliah.

Syawqi mencari tambahan rezeki dengan mengajar mengaji. Selain itu ia menjadi pencukur rambut keliling, khusus melayani cukur di kawasan kos-kosan mahasiswa.

"Saya tidak pasang tarif harus bayar berapa, pokoknya imbal jasanya sukarela saja. Maklum kantong mahasiswa kita sama-sama paham," katanya.

Lulus kuliah pada 1999, kemudian mendapat kesempatan menjadi tenaga honorer di perpustakaan IAIN Antasari Banjarmasin. Tugasnya sebagai admin.

Baginya, kerja di perpustakaan itu enak. Padahal saat itu honornya Rp25 ribu, tapi yang enaknya itu karena ia senang melayani orang, ada kepuasan batin setelah mampu membantu pengunjung yang perlu buku ini dan itu.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved