BPost Cetak

Diduga Keracunan Obat Pascamelahirkan, Sekujur Tubuh Nur Melepuh

Sakit yang diderita Nurjannah tidak biasa. Kulit pada sekujur tubuh Nurjannah melepuh, seperti terbakar.

Diduga Keracunan Obat Pascamelahirkan, Sekujur Tubuh Nur Melepuh
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Selasa (3/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Andi Rahman (34) warga Desa Sungailandas RT 1, Kecamatan Karangintan, Banjar, begitu setia mendampingi dan merawat istrinya, Nurjannah (29) yang tengah sakit.

Sakit yang diderita Nurjannah tidak biasa. Kulit pada sekujur tubuh Nurjannah melepuh, seperti terbakar. Pada bagian muka pun demikian, tampak tak lagi menyerupai wajah asli, perbandingan ini terlihat dari foto Nurjannah sewaktu sehat yang ditunjukkan Andi.

Andi baru dua tahun menikahi Nurjannah dan telah dikarunia satu anak berusia empat bulan. Dua bulan terakhir ini Nurjannah menderita penyakit yang menyiksa itu.

Rasanya perih dirasakan Nurjannah. Dia hanya bisa berbaring, saat ditengok reporter BPost, Senin (2/12) tampak Nurjannah bergumam tidak jelas.

Bagi Andi sudah langsung paham, istrinya itu minta minum. Posisi Nurjannah saat minum masih berbaring, dibantu sedotan.

Lagi, Portal Jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti Batola Hancur Ditabrak Truk

Jembatan Mandasta Batola yang Runtuh Dibongkar, PUPR Prioritaskan Keamanan Lalulintas Air

Air dari Sumur Bor Diduga Bercampur Metan, Dinas ESDM Larang Warga Mengonsumsi

Digeledah Polisi, Bain Kedapatan Simpan Sabu 2 Paket di Saku Celana

Tidak lama kemudian Andi membasahi tisu kemudian menempelkannya di kedua mata Nurjannah. Hal itu dilakukan untuk sekedar membuat bagian mata Nurjannah sejuk. Seperti pedih kepanasan, bagian kelopak terlihat memerah.

Baru beberapa malam, Sejak Sabtu (30/11) malam Nurjannah masuk rumah sakit Ratu Zalecha Martapura, tepatnya di kamar Merpati 5 ruang bedah.

Dan bayi mereka yang masih empat bulan terpaksa dititipkan sementara di saudaranya. Andi juga terpaksa tak lagi bekerja demi mendampingi dan merawat Nurjannah.

Mereka butuh bantuan dan uluran tangan dermawan. Saya tak mau tinggalkan istri, ingin selalu berada disampingnya,” ucap Andi yang senantiasa berusaha tegar ketika ditemui.

Andi berkata, sambil pandangannya tetap mengarah ke ranjang tempat istrinya berbaring, dia hanya seorang buruh penghasilan tidak menentu. Satu Minggu kadang dapat Rp 300 ribu bahkan bisa kurang.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved