Berita Regional

Diterjang Gelombang Pasang, 61 Rumah di Pulau Buru Maluku Rusak

Sebanyak 61 rumah di dua desa di Kabupaten Buru, Maluku, yakni di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya dan Desa Wamlana, Kecamatan Fenalisela

Diterjang Gelombang Pasang, 61 Rumah di Pulau Buru Maluku Rusak
Tangkapan layar video
Gelombang pasang menerjang rumah-rumah penduduk di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru Maluku, Senin (2/12/2019) malam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMBON - Sebanyak 61 rumah di dua desa di Kabupaten Buru, Maluku, yakni di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya dan Desa Wamlana, Kecamatan Fenalisela, rusak setelah diterjang gelombang pasang, Senin (2/12/2019) malam.

“Total rumah warga yang rusak itu ada 61. Untuk Desa Wamlana itu ada 46 rumah warga rusak ringan dan empat rusak berat, sedangkan di Desa Bara ada empat rumah rusak berat dan tujuh rumah lainnya rusak ringan,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru, Hadi Zulkarnain, saat dihubungi Kompas.com dari Ambon, Senin malam.

Dia menjelaskan, akibat musibah tersebut, ratusan warga yang rumahnya terendam dan rusak terpaksa mengungsi ke tempat aman.

LINK Live Streaming Ballon d`Or Malam Ini, Nama Sering Disebut Messi atau Van Dijk, Lalu Ronaldo?

UPDATE Perselingkuan Nella Kharisma dengan Eks Pejabat di Kediri, Rekan Via Vallen Siap Diperiksa

Amankan Libur Natal dan Tahun Baru 2019 - 2020, Polri Rancang Operasi Lilin, Begini Penjelasannya

Selain merusak rumah warga, gelombang pasang juga ikut merusak talud penahan gelombang di pesisir pantai Sesa Wamlana.

Data rumah warga yang rusak masih akan diverifikasi kembali karena kejadian itu terjadi di malam hari.

“Ini data sementara ya, besok akan diverifikasi kembali soalnya kejadian kan malam,” ujar dia.

Terkait musibah tersebut, Zulkarnain memastikan bahwa tidak ada korban jiwa.

Meski begitu ia mengimbau agar warga di wilayah itu tetap waspada dengan fenomena alam yang terjadi.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon, Andi Azhar Rusdin menyebut, fenomena yang terjadi merupakan fenomena alam yang biasa terjadi pada awal bulan baru dan akhir bulan purnama.

Pada fenomena tersebut, posisi bumi, bulan dan matahari akan sejajar membentuk garis lurus.

“Data dari stasiun surut terdeteksi di Namlea menunjukkan bahwa tidak terjadi pasang maksimum pada malam ini,” ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "61 Rumah di Pulau Buru Maluku Rusak Diterjang Gelombang Pasang",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved