Berita Banjarmasin

Dua Kasus Karhutla Naik ke Penyidikan, Ditreskrimsus Polda Kalsel Ambil Sampel Tanah Hingga Arang

Dua Kasus Karhutla Naik ke Penyidikan, Petugas Ditreskrimsus Ambil Sampel Tanah Hingga Arang

Dua Kasus Karhutla Naik ke Penyidikan, Ditreskrimsus Polda Kalsel Ambil Sampel Tanah Hingga Arang
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Petugas ambil sample di lahan PT TAL, Selasa (3/12/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan terus melakukan penyelidikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan.

Terbaru, setelah melakukan proses penyelidikan akhirnya pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel kembali menaikkan kasus Karhutla yang melibatkan perusahaan ini dari tahap penyelidikan ke tahan penyidikan.

Dua koorporasi atau perusahaan tersebut berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) yakni PT Tasnida Agro Lestari di Kecamatan Barambai dan sebagian di Kecamatan Kuripan serta PT Agri Bumi Sentosa di Kecamatan Tabukan.

Penyidik Ditreskrimsus Polda juga turun ke lapangan bersama saksi ahli yakni ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Ahli Kebakaran Hutan dan Lahan Prof Bambang Heru Saharjo, Ahli Kerusakan Lingkungan Dr Ir Basuki Wasis, Selasa (3/12/2019) siang hingga sore.

Lelaki Berkemeja Kotak-kotak Diduga Pelakunya, Motor Aerox Lenyap di Parkiran Puskesmas Pekauman

Isu Nikah Siri Rezky Aditya & Patricia Razer Sebelum Citra Kirana Muncul, sang Mantan Tegaskan Ini

Tangis Ibu Paula Verhoeven Lihat Pertemuan Baim Wong & Marshanda, Sohib Raffi Ahmad Disinggung

Babak Baru Isu Perselingkuhan Nella Kharisma & Mantan Bupati Kediri, Rival Via Vallen Diperiksa

Di lahan kedua perusahaan sawit ini petugas mengambil sampel seperti tanah, arang , tanah permukaan dan lainnya.

Saksi ahli Ahli Kebakaran Hutan dan Lahan Prof Bambang Heru Saharjo mengatakan, kedatangan pihaknya dalam rangka memenuhi panggilan Ditreskrimsus Polda Kalsel melakukan pengambilan sampling terhadap lahan yang diindikasikan terjadi kebakaran di lahan tersebut.

"Hari ini kita ambil 4 titik, tiga titik di lahan terbakar dan 1 titik di kontrol, yang kita ambil pertama arang membuktikan indikasi terjadi kebakaran, kedua adalah tumbuhan bawah yang tumbuh setekah terbakar yang indikasi telah terbakar, tanah permukaan untuk mengetahui analisis kimia, dan kita lihat sampai seberapa kerusakan yang terjadi, kita ambil sampel gunakan ring dan sebagai pembanding kita ambil di titik kontrol," paparnya.

Terpisah, Direktur Reserse dan Kriminal Polda Kombes Masrur melalui Kasubdit IV Tipidter AKBP Endang Agustina , Selasa (3/12/2019) sore mengatakan untuk kasus Karhutka PT TAL pihaknya tingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahan penyidikan.

'Kita ke sini dalam rangka ambil sampel dalam rangka proses penyidikan, kita ambil beberapa sampel tanah terbakar, bagian atas dan bawah kemudian pohon-pohon terbakar diambil samplel dan akan diperiksa di Labotarium di Bogor. Setelah ini kita kirim dan setelah hasilnya keluar baru kita lanjutan minta keterangan saksi ahli," ucap Endang.

Adapun untuk luas kebakaran di area ini sebanyak 290 haktere dan kejadian sekitar September 2019 dan saat mereka turun ke lokasi waktu itu masih ada asap.Menurutnya arel jadi pemeriksan dan tak boleh digunakan sampai proses.

Kemudian untuk kasus karhutla yakni di PT Agri Bumi Sentosa juga telah pihaknya naikkan juga dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

"Luas lahan yang terbakar di areal tersebut sekitar 1.000 hektare," ucap Endang.

GM PT Tasnida Agro Lestari, Nyoman Pasek mengatakan kebakaran terjadi pada bulan September lalu dan pihaknya sudah mencoba mencegah kebakaran.Dan menurutnya api dari areal mereka di Desa Jambu dan melompat juga ke areal milik mereka juga di desa Balukung..
Menurutnya di lahan terbakar itu belum ada penanaman sawit.

"Yang pasti ada ladang masyarakat di desa Jambu tersebut dan kita tak tahu asal api dari mana, dari perusahaan tidak ada, kami juga mematikan api," paparnya yang ikut melihat proses pengambilan sampel.

(Banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved