NEWSVIDEO

NEWSVIDEO : Siswa Sekolah Al Mazaya Terbiasa Gunakan Ponsel di Ujian Akhir Semester

Sejak dua tahun silam siswa dan siswi di sekolah Islamic school ini sudah menggunakan perangkat TI (teknologi informasi) di antaranya ponsel pintar sa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jika siswa dan siswi di sekolah lain masih menggunakan alat tulis dan lembaran kertas saat menjalani ujian, tidak demikian halnya dengan siswadan siswi di SMP dan SMA Al Mazaya Islamic School di Banjarmasin.

Sejak dua tahun silam siswa dan siswi di sekolah Islamic school ini sudah menggunakan perangkat TI (teknologi informasi) di antaranya ponsel pintar saat ujian sekolah.

Saat ditemui banjarmasinpost.co.id, Fitriana siswi kelas XII SMA Al Mazaya, Selasa (3/12/2019) baru saja selesai mengerjakan soal ujian akhir semesternya menggunakan ponsel pintar.

"Iya, tadi beneran ujian, jadi bukan latihan menghadapi UN," ungkapnya.

Lelaki Berkemeja Kotak-kotak Diduga Pelakunya, Motor Aerox Lenyap di Parkiran Puskesmas Pekauman

Tangis Ibu Paula Verhoeven Lihat Pertemuan Baim Wong & Marshanda, Sohib Raffi Ahmad Disinggung

Ashanty Geleng-geleng Saat Anang Buat Pengakuan, Anak Krisdayanti Bongkar Sifat Ibu Aurel Hermansyah

Babak Baru Isu Perselingkuhan Nella Kharisma & Mantan Bupati Kediri, Rival Via Vallen Diperiksa

Bahkan lebih dari itu, Fitriana mengaku sudah sejak kelas X menjalani ujian di sekolahnya selalu menggunakan perangkat TI di antaranya ponsel pintar.

Sedangkan dibanding sewaktu SMP lalu, yang masih menggunakan kertas dan alat tulis menjawab soal ujian, menurutnya memakai ponsel pintar sebetulnya jauh lebih mudah .

Karena selain tidak perlu harus mengisi nama atau data lainnya sebagai peserta ujian, penggunaan ponsel pintar atau perangkat IT lainnya lebih memangkas waktu.

"Jadi kalau kendala, kami rasa tidak ada. Malah lebih mudah dan cepat kok dibanding menggunakan kertas dan alat tulis seperti dulu," jelasnya.

Disinggung apakah penggunaan perangkat IT seperti ponsel pintar di saat ujian bisa dimanfaatkan untuk menjelajah dunia maya terlebih mencari jawaban soal, Fitriana didampingi tiga temannya dengan tegas menjawab tidak.

Karena setiap hotspot wifi yang sebelumnya telah tersedia dan terkoneksi dengan masing-masing ponsel atau laptop siswa di kelas tersebut dinonaktifkan selama ujian.

"Selain itu, karena masing-masing perangkat ponsel atau tab siswa hanya bisa terkoneksi pada hotspot wifi di kelasnya saja, sehingga meskipun di kelas lain aktif, tetap saja tidak bisa membuka Internet. Tapi kami tidak masalah dengan itu," jelasnya.

Sedangkan Kepala SMA Al Mazaya Islamic School, Muhammad Amirudin Hamid tidak menepis penerapan ujian menggunakan perangkat gadget, laptop atau ponsel pintar tersebut sebetulnya sudah mereka mulai sejak dua tahun yang lalu.

Berangkat dari gagasan mewujudkan ramah lingkungan, sehingga tidak hanya setiap melaksanakan ujian akhir semester melainkan setiap tengah semester pun para pelajarnya selalu menggunakan perangkat IT.

" Iya, program pertamanya ya ramah lingkungan lah. Makanya setiap ujian, siswa tidak ada lagi menggunakan kertas melainkan perangkat IT, baik gadget, smartphone atau pun laptop," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id /aya sugianto/ahmad riski abdul gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved