Opini

Refleksi Hari Disabilitas Internasional, Infrastruktur Seni Ramah Disabilitas

TANGGAL 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional (HDI). WHO menyebutkan 80 persen penyandang disabilitas berada di negara berkemb

Refleksi Hari Disabilitas Internasional, Infrastruktur Seni Ramah Disabilitas
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Pembuatan trotoar ramah disabilitas kanan dan kiri jalan mulai fly over sampai Jalan A Yani Km 6 Banjarmasin dengan dana Rp17 miliar. Keberadaan trotoar ini menyambung dari trotoar dari Jalan A Yani Km1 sampai Fly Over yang telah dikerjakan 2018 silam. 

OLEH: Rida Agustina SST MSI Fungsional Statistisi Muda di Badan Pusat Statistik RI

TANGGAL 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional (HDI). WHO menyebutkan 80 persen penyandang disabilitas berada di negara berkembang.

Data terakhir Survei Penduduk Antarsensus (Supas) BPS tahun 2015, 8,56 persen penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas.

Sayang, hak penyandang disabilitas belum dijamin, termasuk menikmati seni. Padahal, seni bersifat universal. Kapan, dimana, dan siapa saja bisa menikmatinya.

Dari data Susenas Modul Sosial Budaya dan Pendidikan (MSBP) oleh BPS tahun 2018, hanya 14,43 persen penyandang disabilitas yang menonton pertunjukkan/pameran seni secara langsung.

Angka tersebut tidak sampai separuh dari jumlah non disabilitas yang menonton (34,87 persen).

Tangis Ibu Paula Verhoeven Lihat Pertemuan Baim Wong & Marshanda, Sohib Raffi Ahmad Disinggung

Anaknya Diduga Dicabuli Petugas Kebersihan, Ibu Ini Minta Keadilan ke Wakil Rakyat

Kisah Kakak Adik di Pagaralam Selamatkan Diri Saat Harimau Menerkam, Marta Terluka Cakaran di Paha

Ratusan Korban Terjangan Air Pasang di Pulau Buru Maluku Terpaksa Mengungsi

Infrastruktur buruk menjadi salah satu penyebab utama. UU No. 8 tahun 2016 pasal 18 jelas menekankan hak atas fasilitas publik bagi penyandang disabilitas. Nyatanya, selama ini mereka mengalami kesulitan mengakses tempat-tempat pertunjukan/pameran seni.

Hal ini sangat bertentangan dengan UU No 28 tahun 2002 Pasal 27 ayat (2) tentang Bangunan Gedung serta Peraturan Menteri PUPR No.14/PRT/M/2017 yang menekankan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman, dan nyaman bagi penyandang disabilitas.

Standar Fasilitas

Secara umum, kebutuhan aksesibilitas tiap jenis disabilitas berbeda-beda. Pertama, penyandang disabilitas fisik lebih memerlukan aksesibilitas tempat duduk khusus. Dalam Peraturan Menteri PUPR No.14/PRT/M/2017 dirinci mengenai persyaratan tempat duduk gedung pertunjukan.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved