Sudah Masuk Desember tapi Hujan Masih Jarang, BMKG Beberkan Tiga Penyebabnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengumumkan, kedatangan awal musim hujan akan mengalami kemunduran di sebagian besar wilayah Ind

Sudah Masuk Desember tapi Hujan Masih Jarang, BMKG Beberkan Tiga Penyebabnya
man hidayat
hujan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengumumkan, kedatangan awal musim hujan akan mengalami kemunduran di sebagian besar wilayah Indonesia.

Sebagian wilayah pulau Jawa akan memasuki musim hujan pada Dasarian I (10 hari pertama) dan Dasarian II (10 hari kedua) bulan Desember.

Mundurnya musim hujan di Indonesia menimbulkan pertanyaan baru, apa yang menyebabkan mundurnya musim hujan tahun ini? Indra Gustari selaku Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG menjelaskan, perubahan musim hujan disebabkan oleh kondisi dinamika atmosfer.

"Pada saat rilis di bulan Agustus lalu, kita (BMKG) memprediksi awal musim hujan akan mundur antara 10 sampai lebih dari 30 hari. Itu berdasarkan kondisi dinamika atmosfer saat itu. Setelah kita evaluasi sampai awal Desember ini, ternyata beberapa daerah lebih mundur lagi," ujar Indra kepada Kompas.com, Senin (2/12/2019).
Beberapa daerah yang musim hujannya mundur sebagian besar ada di selatan Indonesia.

Foto Seolah Tanpa Celana Viral, Gisella Anastasia Buka Suara, Mantan Gading Marten Ngaku Tak Peduli

Murka Nikita Mirzani Seusai Uya Kuya Ajak Putri Barbie Kumalasari, Aira Bikin Konten Youtube

Dokter Sempat Duga Dylan Carr Meninggal Dunia, Ammar Zoni & Irish Bella Bereaksi Diceritakan

Umumnya bagian selatan Sumatera, Bali, Jawa, Nusa Tenggara, dan bagian selatan Kalimantan, yaitu tipe daerah yang tipe hujan monsunal.

Menurut Indra, mundurnya musim hujan di daerah selatan Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor.

"Faktor utamanya adalah menguatnya Dipole Mode Positive di Samudera Hindia, anomali suhu muka laut yang dingin di perairan Indonesia, serta terlambat datang monsun Asia ke wilayah kita," kata Indra.

Dipole mode positif merupakan fenomena anomali suhu permukaan air laut di Samudera Hindia tropis bagian barat yang lebih besar dari pada di Samudera Hindia tropis bagian timur.

Fenomena ini mengakibatkan peningkatan curah hujan dari normalnya di pantai timur Afrika dan Samudera tropis Hindia bagian barat.

Sementara untuk Samudera Hindia tropis bagian timur mengalami penurunan curah hujan dari normalnya, dan mengakibatkan kekeringan di pantai Benua Maritim Indonesia (BMI).

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved