Berita Banjarmasin

Di Bawah Guyuran Hujan, Komunitas Sahabat Bigo Live Peduli Kumpulkan Bantuan Kebakaran Pulau Sebuku

Di Bawah Guyuran Hujan, Komunitas Sahabat Bigo Live Peduli Kumpulkan Bantuan Kebakaran Pulau Sebuku

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Rahmadhani
Banjarmasin Post/Ahmad Rizky Abdul Gani
Awan mendung yang bergantikan gerimis Rabu (4/12/2019) di kawasan Siring Jalan Piere Tendean Kota Banjarmasin Kalsel sore tadi, namun tak menyurutkan semangat puluhan anggota komunitas Sahabat Bigo Live Peduli melaksanakan aksi kemanusiaan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Awan mendung yang bergantikan gerimis Rabu (4/12/2019) di kawasan Siring Jalan Piere Tendean Kota Banjarmasin Kalsel sore tadi, namun tak menyurutkan semangat puluhan anggota komunitas Sahabat Bigo Live Peduli melaksanakan aksi kemanusiaan.

Mendatangi satu persatu pengunjung Siring Jalan Piere Tendean yang sedang bersantai sore itu, sebuah kardus pun tak lupa mereka sodorkan.

Ya, hal itu mereka lakukan demi menggalang dana untuk korban kebakaran di Sungai Bali Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru.

Bahkan tidak hanya dana, lewat sumbangan sejumlah dermawan mereka juga berencana akan memberikan pakaian layak pakai kepada para korban kebakaran di Pulau Sebuku.

Ketua Pelaksana Abdussamad atau akrab disapa Pandawa mengatakan rencananya dari hasil sumbangan tersebut akan pihaknya serahkan ke UIN Antasari Banjarmasin.

Kemudian dari perwakilan tersebut, hasil penggalangan dana dan pakaian layak pakai akan dikirimkan langsung ke para korban musibah kebakaran Pulau Sebuku beberapa hari mendatang.

" Iya, karena mereka (mahasiswa UIN, red) akan berangkat langsung ke Pulau Sebuku. Oleh karena itu, kami pun telah bersepakat akan bekerjasama dengan mereka dalam hal penyerahan bantuan ini," jelasnya.

Pandawa juga mengatakan mengingat penggalangan dana yang pihaknya laksanakan tersebut merujuk pada surat rekomendasi dari Dinas Sosial Kota Banjarmasin, tentu ada beberapa hal yang mesti mereka perhatikan.

Diantaranya terkait batasan waktu, sehingga bila berdasarkan surat rekomendasi tersebut pihaknya hanya mendapatkan dua hari penggalangan dana yaitu Rabu (4/12/2019) dan Kamis (5/12/2019) besok.

" Selain itu karena ada larangan tidak boleh menggelar penggalangan dana di jalan raya dan persimpangan serta lampu merah, jadi kami selama dua hari in akan kami maksimal menghimpun sumbangan di sekitaran Siring, baik Tendean, Nol Kilometer hingga Bekantan, " jelas Pandawa.

Abdussamad itu juga mengatakan sebetulnya tujuan penggalangan dana selain untuk membantu meringankan beban korban kebakaran di Pulau Sebuku, juga sekaligus menjadi sarana kopdar (kopi darat) anggotanya.

" Karena kan biasanya mungkin kami atau pengguna Bigo Live yang lain hanya bertemu sapa di dunia maya, nah melalui kegiatan seperti ini kami ingin silaturahmi tersebut juga berlanjut di kehidupan nyata," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pandawa itu juga ingin melalui kegiatan kemanusiaan tersebut sekaligus meluruskan anggapan miring terhadap pengguna aplikasi ponsel pintar itu.

Terlebih melalui sebuah komunitas yang telah pihaknya bentuk dengan nama Golden Friens Squad sejak 10 Februari lalu, mereka juga memiliki sebuah program iuran rutin terhadap anggotanya.

" Nah dengan iuran yang kami kumpulkan setiap bulan itu pula, biasanya kami berikan kepada anggota yang terkena musibah atau aksi sosial-sosial lain seperti halnya di Pulau Sebuku ini," tutup Pandawa. (gha)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved