Berita Batola

Diberikan Sosialiasi Pajak Panen, Petani Sarang Walet Kabupaten Batola Kaget Bangunan Mau Digembok

Diberikan Sosialiasi Pajak Panen, Petani Sarang Walet Kabupaten Batola Kaget Bangunan Mau Digembok

Diberikan Sosialiasi Pajak Panen, Petani Sarang Walet Kabupaten Batola Kaget Bangunan Mau Digembok
Banjarmasin Post/Edi Nugroho
Sosialiasi pajak walet oleh tim Kejaksaan Negeri Batola, Rabu (4/12/19) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sebanyak 68 pengusaha atau petani liur emas (walet) diberikan sosialasi kewajiban 10 persen pajak panen walet dan sanksi hukumnya, Rabu (4/12/19) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Dalam acara ini dihadiri oleh Moch Indra Subrata SH MH Kasi Datun Kejari Batola,Kepala BP2RD Batola, Ardiansyah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batola, Camat Anjir Muara Jaya Hidayatullah, Camat Tabukan Abdi Maulana dan aparat Satpol PP Kabupaten Batola.

Menariknya, begitu Moch Indra Subrata SH MH Kasi Datun Kejari Batola, menyebutkan ada rencana Kejari Batola akan menggembok rumah walet, sebanyak 50 petani atau pengusaha walet tampak sangat gelisah.

Dicoret Dewan, Penambahan Armada Angkutan Pelajar Kota Banjarmasin di 2020 Terancam Batal

Tiba-tiba para petani walet itu tersebut masing-masing bergerak dari tempat duduknya.

Mereka berbisik satu sama lainnya dan ruang sosialisasi pajak walet menjadi ribut. Menurut Indra,

Pemkab Batola nanti akan membelikan empat gembok untuk setiap rumah walet yang akan ditagih pajaknya.

Empat gembok ini untuk memudahkan penagihan tim dari kejaksaan bersama anggota tim lainnya untuk menagih para pengemplang pajak walet di Batola.

“Iya kita minta empat gembok untuk setiap rumah walet yang akan ditagih pajaknya,” kata Indra.

Menurut Indra, formula penggembokan rumah walet ini sudah berhasil di Kapuas dan Muara Teweh Kalteng.

Sementara pola penggembokan bangunan walet di Kapuas dan Muara Teweh ini kata dia bisa dicari di internet karena sudah banyak contohnya.

“Empat gembok itu untuk dengan perincian satu buah gembok untuk kejaksaan, satu buah gembok untuk Satpol PP, satu gembok untuk pemilik rumah walet dan satu gembok untuk BP2RD Batola,” katanya.

Seorang petani walet pun langsung berdiri, “Tidak perlu digembok, berarti tidak percaya dengan para petani walet,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rahmadhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved