Berita Batola

Dinkes Batola Akhirnya Ambil Sampel Air dari 3 Sumur Bor yang Semburkan Api, Hasilnya?

Keberadaan tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan

Dinkes Batola Akhirnya Ambil Sampel Air dari 3 Sumur Bor yang Semburkan Api, Hasilnya?
Dinkes Batola untuk banjarmasinpost.co.id
PETUGAS dinas kesehatan Batola mengambil sampel air dari tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan api proyek bantuan dari Kementrian Sosial RI, Rabu (4/12/19) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Keberadaan tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan api proyek bantuan dari Kementrian Sosial RI mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Batola, Rabu (4/12/19) siang.

Tim Dinkes Batola didampingi aparat Desa Sungai Sangkai Desa Bedandan mendampingi pengambilan sample air sumur yang menggegerkan warga Kalsel tersebut. Menurut Syaiful kepala puskemas kecamatan setempat, Syaeful Anwar, menjelaskan empat petugas dinkes dari puskemas langsung turun ke lokasi tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan.

“Mereka mengambil sample air akan diambil parameter kimiawi dan bakteri ecoli. Untuk hasil dari uji sampel air nanti bisa ditanyakan ke dinas kesehatan Kabupeten Batola,” katanya.

Pemkab Batola Sebut Sudah Ada Petani Walet Mau Bayar Pajak Rp 15 Juta pada 2019 Ini

Kesalahan Ayu Ting Ting yang Buat Abdul Rozak Marah Besar, Teman Ruben Onsu Disindir Ini

Komentar Rezky Aditya Soal Malam Pertama dengan Citra Kirana Disorot, Ini Ekspresi Eks Agnez Mo

Kabid Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel, Sutikno, mengharapkan pengambilan uji kualitas air dari tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan harus segera dilakukan.

“Kita harapkan ada segera hasil uji kualitas air dari tiga sumur bor tersebut,” katanya.

Sutikno mengingatkan air sumur bor jangan digunakan dulu airnya sebelum ada uji kualitas air dari dinas kesehatan. Air yang bercampur gas ini berpotensi mengandum gas metan atau gas pencemar udara yang reaktif untuk kesehatan manusia.

“Kalau gas itu terikat air, maka akan berbahaya untuk tubuh manusia,” katanya.

Ketua RT 02 H Barnawi, mengharapkan ada kepastian dari Pemkab Batola, apakah air dari tiga sumur bor bantuan Kementrian Sosial RI itu layak dipakai atau tidak sehingga warga menjadi tenang.

“Kan saat ini warga tidak berani memakai sumur bor tersebut,” katanya.

Harapan serupa diutarakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batola, Saberi Thannor.
Saberi mengharapkan harus ada uji laboratorium dan harus memenuhi standar air bersih berdasarkan Permenkes sebelum sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan api itu dikomsumsi warga.

“Saya harapkan ada ada uji laboratorium dan harus memenuhi standar air bersih berdasarkan Permenkes sebelum air itu dipakai warga. ” kata Saberi.

Dinas sosial Kabupaten Batola siap merelokasi tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan api proyek bantuan dari Kementrian Sosial RI.

“Relokasi tiga sumur bor mengeluarkan api tersebut tentunya setelah ada ada arahan dari Kementrian Sosial. Pihak kementrian sosial juga masih menunggu rekomendasi teknis dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel soal keberadaan sumur bor mengeluarkan api tersebut. ” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batola, Syekh Fuad.

(banjarmasinpost.co.id/ogi)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved