Berita Tanahlaut

Mengagetkan, Klien Rehabilitasi BNN Tanahlaut Didominasi Pelajar

Mengejutkan, klien rehabilitasi klinik Pratama BNN Kabupaten Tanahlaut nyata paling banyak diisi kalangan pelajar.

Mengagetkan, Klien Rehabilitasi BNN Tanahlaut Didominasi Pelajar
bnnk tanahlaut
press release tahunan BNNK Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Mengejutkan, klien rehabilitasi klinik Pratama BNN Kabupaten Tanahlaut nyata paling banyak diisi kalangan pelajar.

Hal itu itu diungkapkan Kepala BNNK Tala M Faisal Sidiq dalam ekspos tahunan BNNK Tanahlaut di di halaman Pertasi Kencana Pelaihari, Rabu (4/12/2019).

Saat ini jumlah klien rahabilitasi di klinik Pratama BNN Tala berdasarkan jenis pekerjaan dan keadaan per 30 November 2019, pelajar sebanyak 24 orang (79,59 persen), ASN dua orang (5,88 persen), Polisi 1 orang (2,94 persen), Swasta tiga orang (8,82 persen) dan tidak bekerja satu orang (2,94 persen).

Melihat tingginya jumlah pelajar tersandung kasus narkoba membuat BNN Kabupaten Tanahlaut terus jemput bola melakukan sosialisasi tentang narkoba.

Seusai Foto Gisella Anastasia Seolah Tak Bercelana Viral, Video Pole Dance Eks Gading Marten Disorot

Raut Wajah Ashanty yang Sakit Autoimun Disorot, Lihat Foto Ibu Aurel & Istri Anang Hermansyah Itu

Isi Saldo ATM Inul Daratista Diungkap, Sohib Ayu Ting Ting Setara Barbie Kumalasari & Nikita?

"Kita terus memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan remaja untuk menekan angka pelajar tersandung narkoba," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Sementara untuk jenis narkoba yang di konsumsi klien rehabilitasi di klinik Pratama BNN Tala yakni jenis extasi, sabu-sabu, charnophen (Zenith), Dextromehorpan (Buaya Kuning), alkohol, nikotin, serta lem.

Diakui narkoba saat sekarang sudah merabambah sampai ke desa-desa terpencil.

Di jelaskan Faisal, data terakhir tahun 2017 hasil kajian Universitas Indonesia (UI) dan BNN, secara nasional berada di angka 1,17 persen, justru di Kalsel lebih dari nasional yakni 1,97 persen.

Kalsel dinyatakan lebih tinggi pengguna charnophen atau zenith.

Tahun 2018 sudah berkurang karena ada peraturan baru, zenit masuk dalam kategori narkotika golongan 1.

"Narkoba di telisik ternyata di dalamnya ada urusan bisnis dan urusan dapur, karena keuntungan yang besar. Contoh sabu seberat 1 gram di Indonesaia seharga Rp 1,5 juta, sehingha bisa di katakan sebagai bisnis turun temurun,"terangnya.

Sementara desa-desa di Tanahlaut tindak pidana narkoba di Kabupaten Tanah Laut yakni Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati, Desa Handil Babirik Kecamatan Bumi Makmur, Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau, Desa Tabanio Kecamatan Takisung, Desa Batakan Kecamatan Panyipatan, Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar, Desa Asam-Asm Kecamatan Jorong, Desa Pandan Sari Kecamatan Kintap, Desa Tanjung Kecamatan Bajuin dan Desa Ambungan Kecamatan Pelaihari.

Pada jumlah tindak pidana narkoba tiga tahun terakhir dari 159 kasus tahun 2017,tahun 2018 sebanyak 101 kasus, tahun 2019 naik jadi 112 kasus, dan untuk barang bukti narkoba dari tahun 2018 sampai 2019 yakni eclxtasi 76 butir, sabu 479,53 gram, dan daftar G 995 butir.

"Klinik Napza di beberapa Puskesmas sebagai perpanjangan tangan BNN di wilayah kecamatan. Dan yang perlu di tekankan banyak salah persepsi tentang rehabilitasi akan di tangkap,tapi justru BNN meleindungi korban dari penyalahgunaan narkoba,"tutup Sidiq.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved