Berita Balangan

NEWSVIDEO Penyerahan Alat Pembuat Asap Cair untuk Karet Kepada Kelompok Tani Desa Binjai Punggal

Kelompok tani di Desa Binjai Punggal, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel dapatkan tekhnologi baru untuk pembekuan karet

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kelompok tani di Desa Binjai Punggal, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel dapatkan tekhnologi baru untuk pembekuan karet. Desa tersebut dijadikan sebagai pilot project dalam pengelolaan alat pembuat asap cair yang membantu proses pengeringan karet yang disadap.

Tekhnologi yang dibuat oleh tim dari Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristan) Banjarbaru, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia diperuntukan pada petani karet di desa tersebut. Mereka bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Balangan.

Perekayasa Baristan, Saibatul Hamdi, di dampingi Kepala Baristan Banjarbaru, Budi Setiawan, menjelaskan penggunaan alat tersebut.

Ia memaparkan manfaat dan mekanisme dari tekhnologi yang diserahkan kepada Sekretaris Balitbangda Kabupaten Balangan, Rahmi, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Balangan, Erly Satriana, perwakilan SKPD di lingkup Pemkab Balangan serta kelompok tani.

Kesalahan Ayu Ting Ting yang Buat Abdul Rozak Marah Besar, Teman Ruben Onsu Disindir Ini

Akhirnya Pihak Ustadz Abdul Somad (UAS) Buka Suara Soal Perceraian dengan Mellya Juniarti yang Viral

453 Pelamar CPNS Satpol PP HST Ukur Tinggi Badan, Tak Mencapai Kriteria Minimal Otomatis Gugur

Bertempat di Desa Binjai Punggal, tepatnya di rumah warga setempat, alat tersebut di uji coba dan para warga pun melihat sistem pengolahan asap cair melalui tekhnologi yang disiapkan, Rabu (4/11/2019).

Penggunaan asap cair, yakni berbahan dasar kayu atau ranting. Cairan yang keluar dari proses pembakaran kayu atau ranting itulah yang disebut sebagai asap cair dan dimanfaatkan petani karet.

Selain manfaatnya yang bisa menggantikan asam semut untuk pengeringan karet, asap cair juga berfungsi sebagai pupuk dan kesehatan kulit. Tak hanya itu, asap cair ini juga berperan sebagai pengawet. Sehingga lebih efektif dan memiliki nilai ekonomis.

Sekretaris Balitbangda Kabupaten Balangan, Rahmi menerangkan, pihaknya tentu akan menindaklanjuti kerjasama dengan Baristan Banjarbaru ini. Sehingga menjadi kewajiban bagi Balitbangda Balangan untuk melakukan pengawalan dan pembinaan ke depannya.

"Adanya penyerahan alat pembuat asap cair ini juga sebagai alih teknologi yang dapat digunakan oleh masyarakat. Bermanfaat sebagai alternatif peluang usaha dan meningkatkan ekonomi masyarakat," ucap Rahmi.

Selain alat tersebut, kelompok tani di Desa Binjai Punggal juga mendapatkan alat pembuatan tepung umbi maya. Diharapkan, kedua tekhnologi itu bisa bermanfaat untuk masyarakat.

Sementara itu, Kepala Baristan Banjarbaru, Kementrian Perindustrian RI, Budi Setiawan mengharapkan dua tekhnologi yang diberikan kepada masyarakat Desa Binjai Punggal mampu memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat.

Apalagi terangnya, asap cair dapat dimanfaatkan untuk pengawet makanan dan obat-obatan. Selain itu, umbi maya yang biasanya dianggap hama dan dijual mentah, bisa diolah menjadi tepung dan memberikan nilai ekonomi.

"Ke depan, kami akan lebih bersinergi lagi dengan Balitbangda Kabupaten Balangan untuk meningjatkan hasil produksi yang sudah ada. Serta membuat alat pemotong," tutupnya.(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved