Berita Tanahlaut

Petani Ini Ungkap Harga Fantastis Vanili, Ikut Pameran di Tanahlaut Expo 2019

Menarik dalam Tanahlaut Expo 2019 di halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari. Salah satu stand menampilkan tanaman vanili yang masih belum familiar

Petani Ini Ungkap Harga Fantastis Vanili, Ikut Pameran di Tanahlaut Expo 2019
Istimewa
Petani Ini Ungkap Harga Fantastis Vanili, Ikut Pameran di Tanahlaut Expo 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Menarik dalam Tanahlaut Expo 2019 di halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari. Salah satu stand menampilkan tanaman vanili yang masih belum familiar di Kalsel.

Petani vanili, dr Gede Mahardita membawa tanaman vanili dalam expo. Budidaya tanaman vanili terangnya memang tak seramai budidaya tanaman lain.

Namun menjadi petani vanili merupakan usaha yang cukup menggiurkan. Pasalnya harga vanili kering per kilogramnya mencapai Rp 5 juta.

Vanili kerap digunakan untuk bahan campuran pada kue dan bahan makanan lain. Tak hanya itu ia juga kerap digunakan sebagai pewangi ruangan dan pewangi pada bahan makanan, sebagai aromaterapi, anti inflamasi sebagai antioksidan alami.

Kesalahan Ayu Ting Ting yang Buat Abdul Rozak Marah Besar, Teman Ruben Onsu Disindir Ini

Komentar Rezky Aditya Soal Malam Pertama dengan Citra Kirana Disorot, Ini Ekspresi Eks Agnez Mo

Akhirnya Pihak Ustadz Abdul Somad (UAS) Buka Suara Soal Perceraian dengan Mellya Juniarti yang Viral

Dirinya mengaku mengenal tanaman vanili sudah lama. Ia pun langsung melakukan penanaman terhadap jenis tanaman menjalar ini.

Tidak hanya di kebun miliknya, di samping lokasi prakteknya sebagai dokter anak ini di Jalan Antasari Kota Pelaihari juga ia tanam.

"Nekat saja menanam vanili ini karena selain cukup mudah perawatan, juga sangat tepat di tanam kawasan Kabupaten Tanahlaut," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Modal awal membudidayakan vanili terangnya hanya Rp 6 juta untuk 20 batang. Selain itu juga harus menyiapkan media tanam.

Mendapatkan hasil vanili berkualitas hingga bisa dihargai Rp 5 juta per kilogram, perlu beberapa hal yang perlu dilakukan.

Mulai dari memperhatikan media tanam, karena media tanam tidak membutuhkan zat kimia. Harus seratus persen dari bahan organik, seperti pupuk kompos, pupuk kandang dan tanah. Selain itu tanaman juga tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

Selanjutnya petani harus menunggu proses selanjutnya yaitu, setelah berusia tanaman sekitar delapan bulan hingga setahun, vanili akan mengeluarkan kelopak bunga. Setelah itu tanaman harus dikawinkan terlebih dahulu. Usai perkawinan bunga tersebut, petabi harus kembali menunggu hingga vanili mengeluarkan biji.

Satu tanaman vanili menghasilkan biji basah seberat 500 gram dengan harga jual Rp 150 ribu dari harga Rp300 ribu perkilo. Akan tetapi petani yang menjual dengan keadaan kering, maka harga yang di dapat jauh lebih besar, yakni mencapai Rp5 juta perkilogram. Sedangkan satu tanaman vanili ini menghasilkan 200 gram biji kering, sehingga dikalkulasikan mencapai Rp1 juta perpohon.

Tanaman vanili terangnya kini juga sudah diekspor ke berbagai negara sehingga masyarakat tak perlu ragu untuk menanamnya.

"Kalau ada yang mau mencoba budidaya bisa tanyakan ke Forum Petani Vanili Kalsel, karena saya sebagai ketuanya juga," tambahnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved