Berita Batola

Petani Walet Batola Minta Pajak Walet Sebesar 10 Persen Diturunkan Sesuai Syariat Islam

Rencana Kejaksaan Negeri (Kejari) Batola akan menggembok rumah walet yang mengemplang pajak sebesar 10 persen.

Petani Walet Batola Minta Pajak Walet Sebesar 10 Persen Diturunkan Sesuai Syariat Islam
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Sosialiasi pajak walet oleh tim kejaksaan negeri Batola, Rabu (4/12/19) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Rencana Kejaksaan Negeri (Kejari) Batola akan menggembok rumah walet yang mengemplang pajak sebesar 10 persen tiap panen benar-benar membuat petani walet gelisah dan resah.

“Kita dari awal pembuatan rumah walet itu perlu banyak biaya. Kalau diterapkan pajak 10 persen setiap kali panen itu terlalu berat,” kata H Joni Kardani, pemilik TJ walet di Kecamatan Cerbon Batola, saat sosialiasi pajak walet oleh tim kejaksaan negeri Batola, Rabu (4/12/19) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batola.

Menurut Joni, idealnya pajak walet itu seperti hukum Islam, yakni 2,5 persen saja sehingga sesuai syariat Islam. Dengan berpegang 2,5 persen, maka pengusaha walet itu akan punya tanggungjawab kepada Alloh terhadap hasil panenya

Kesalahan Ayu Ting Ting yang Buat Abdul Rozak Marah Besar, Teman Ruben Onsu Disindir Ini

Komentar Rezky Aditya Soal Malam Pertama dengan Citra Kirana Disorot, Ini Ekspresi Eks Agnez Mo

Dibuka Presiden Jokowi, Munas X Golkar Jadi Ajang Silaturahmi Kader Golkar Asal Kalsel

“Pajak 2,5 persen merupakan tanggungjawab pengusaha walet terhadap hubungan kepada sang pecipta dan pemda Batola,” katanya.

Menurut Joni, penggembokan rumah walet itu terlalu berat dan berlebihan. Rumah walet itu perlu pemeliharaan dan setiap masuk ke rumah walet bukan tentu untuk panen, Kadang alat-alat rumah walet itu itu bisa rusak. Jika mau mengganti alat yang rusak, maka harus minta izin ke kejaksaan, maka tentu akan repot sekali.

“Kalau digembok, maka itu sudah ada tidak ada rasa percaya petani walet denhgan Pemkab Batola,” katanya. Menurutnya, jika petani walet di Batola berasil, maka tentu akan punya kontribusi dengan Pemkab Batola. Pemkab Batola perlu memacu agar petani walet berasil setiap kali panen.

“Saya sudah tiga tahun ini belum panen,” aku Joni. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved