Berita Banjarmasin

Ada Perda No 5 tahun 2006, Penyalahgunaan Minuman Beralkohol di Banjarbaru Didominasi Pelajar

Hasil temuan Satpol PP Kota Banjarbaru terkait penyalahgunaan alkohol yang ditertibkan ternyata didominasi dari kalangan pelajar.

Ada Perda No 5 tahun 2006, Penyalahgunaan Minuman Beralkohol di Banjarbaru Didominasi Pelajar
Dari Satpol PP Banjarbaru untuk BPost
Ilustrasi-Satpol PP Banjarbaru menyita puluhan botol miras dan tuak di Jalan Karanganyar, Loktabat Utara 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Hasil temuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru terkait penyalahgunaan alkohol yang ditertibkan ternyata didominasi dari kalangan pelajar.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari mengatakan bahwa kita berada di Kota dengan mayoritas penduduknya beragama Islam yang melarang konsumsi alkohol, dalam realitanya masih banyak orang yang mengonsumsi minuman ini.

Bahkan, konsumsi minuman beralkohol ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga oleh remaja yang masih di usia sekolah. Dan hasil nya pun cukup mencengangkan, karena 75% dikonsumsi oleh pelajar.

"Padahal di Kota Banjarbaru sendiri memiliki Perda No 5 tahun 2006 tentang larangan minuman beralkohol. Dimana bagi pengguna dan pengedar bisa terkena sanksi pidana," katanya, Kamis, (5/12/2019).

Rayuan Betrand Peto ke Sarwendah Dipergoki Ruben Onsu, Teman Ayu Ting Ting : Jangan Bawa-Bawa Ayah!

Isu Perceraian Kiwil - Meggy Wulandari Merebak, Ini Jawaban Tak Terduga Pedangdut Cantik Itu

Banjarmasin Kekurangan 1.500 Guru, Formasi Guru di Penerimaan CPNS 2019 Malah Tidak Ada

Jadwal Semifinal SEA Games 2019 Timnas U-23 Indonesia vs Myanmar, Siaran Langsung (Live) RCTI

Nurkhalis Anshari yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Banjarbaru Dapil Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Utara ini menambahkan bahwa data ini menunjukkan fakta yang tidak baik bagi dunia kesehatan dan juga dunia pendidikan di Kota Banjarbaru.

Politisi PKS ini pun menyarankan perbaikan peran pendidikan bagi anak-anak dan remaja, baik itu dari sekolah ataupun orang tua agar bisa memberikan pengawasan dan pemahaman lebih baik tentang bahaya minuman beralkohol.

Lingkungan para remaja dalam bergaul juga sebaiknya lebih ditata agar bisa menekan kebiasaan mengonsumsi alkohol ini.

"Dari hasil temuan Satpol PP ini juga menghasilkan sebuah pertanyaan besar, yakni bagaimana cara para remaja ini mendapatkan alkohol padahal minuman ini tidak dijual bebas di pasaran," lanjutnya.

Fakta bahwa konsumsi alkohol para remaja ini sangat tinggi bisa menjadi patokan bagi Dinas Kesehatan dan juga Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru untuk melakukan evaluasi akan peredaran minuman ini di lapangan maupun di sekolah.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari.
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari. (istimewa)

“Dinas kesehatan sebaiknya melakukan evaluasi karena konsumsi alkohol bisa mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Anak-anak harus mendapatkan pemahaman dan konseling lebih baik demi mengetahui efek buruk dari minuman ini dengan lebih baik,” ungkap Wakil Ketua Bapemperda ini.

LINK Live Streaming TV Online Mola TV Arsenal vs Brighton Liga Inggris, Tak Siaran Langsung TVRI

Mantan Bupati HST Harun Nurasid Dimakamkan di Desa Lok Bundar Haruyan

NEWSVIDEO : Talkshow Literasi Digital Bersama Najwa Shihab di Perpusda Provinsi Kalsel

Nurkhalis juga menyebut tingginya konsumsi alkohol ini sepertinya terkait dengan rasa penasaran para remaja akan berbagai hal sehingga ingin mencoba minuman yang tidak sehat.

Rasa penasaran ini bisa disebabkan oleh pergaulan dari lingkungannya hingga informasi dimedia sosial yang kurang sesuai dengan kondisi mereka. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved