Tajuk

Menyelamatkan Generasi Pelajar

PENYALAHGUNAAN alkohol yang meracuni perilaku sebagian remaja dan kaum pelajar khususnya di banua ini, harus disikapi serius semua pihak terkait.

Menyelamatkan Generasi Pelajar
Miras oplosan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PENYALAHGUNAAN alkohol yang meracuni perilaku sebagian remaja dan kaum pelajar khususnya di banua ini, harus disikapi serius semua pihak terkait. Terutama mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan sekitar, pemerintah daerah hingga aparat kepolisian.

Senyawa alkohol dalam bentuk sederhana berupa metanol dan etanol, biasanya digunakan sebagai antiseptik, antibeku atau dalam dunia industri dengan kadar tertentu berfungsi sebagai pelarut, juga sebagai bahan bakar. Faktanya, penyalahgunaan alkohol yang bersifat racun dalam tubuh ini sudah merenggut banyak nyawa.

Banyak contoh kasus miras oplosan, alkohol dengan kadar 95 persen atau 70 persen yang dicampur dengan suplemen lain, berujung kematian. Sumber dari Mabes Polri membeberkan pada 2018 lalu, secara nasional sedikitnya terdata ada sebanyak 112 korban meninggal akibat menenggak miras oplosan.

Lalu, di banua ini kasus serupa juga terjadi. Tak hanya miras oplosan, tuak pun juga sudah meracuni kalangan pelajar. Diantaranya, Kota Banjarbaru, yang dikenal sebagai kota pelajar, tak luput dari kondisi memprihatinkan. Baru-baru ini hasil razia aparat Satpol PP menjaring mayoritas pelaku terlibat miras oplosan dan tuak sebanyak 75 persen dari kalangan usia sekolah.

Bahkan ada temuan, adanya warung yang sengaja menyediakan jualan ratusan botol alkohol untuk remaja mabuk-mabukan.

Mengatasi permasalahan ini, harus ada sinergitas semua pihak terkait karena menyangkut hubungan yang kompleks. Baik perilaku, sediaan produk alkohol dan tata kelolanya, pengawasan dan penindakkan.

Dari lingkungan keluarga, orangtua harus mengambil peran aktif dalam kontrol dan bimbingan terhadap anaknya. Menekankan pendidikan agama dan pembentukan karakter. Di lingkungan sekolah, para guru harus peka terhadap perilaku anak didiknya. Misal sebagaimana dilakukan pihak SMKN 1 bekerja sama dengan aparat Polres Banjar dalam upaya menjauhkan anak didik dari barang-barang berbahaya, tak hanya miras tapi juga narkoba.

Kemudian, dari pemerintah daerah disamping perda semisal Perda Provinsi Kalsel nomor 07 tahun 2008 tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol, tak kalah penting penegakkannya harus tajam. Pemerintah daerah kabupaten kota seyogyanya menyediakan wadah fasilitas dan pembinaan khusus bagi korban penyalahgunaan alkohol.

Pun masyarkat sekitar di lingkungan RT RW, hendaknya peka dan ambil peran aktif. Minimal melaporkan kepada aparat terkait ketika ada aktivitas mencurigakan orang mabuk-mabukan atau yang mengolah miras oplosan atau tuak.

Aparat Satpol PP dan kepolisian, terus genjar turun jalan menyaring aktivitas mabuk-mabukan, melakukan pendekatan persuasif hingga yang bersifat represif. Demi menyelamatkan genarasi pelajar dari ancaman penyalahgunaan alkohol, tidak berlebihan jika semua pihak bersatu padu mengambil perannya. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved