Berita Banjar

NEWSVIDEO : Satpol PP Kabupaten Banjar Police Line Sebuah Rumah di Kawasan Jalan Albasia Martapura

Ngudiyo dan keluarganya pasrah ketika personel Satpol PP mengevakuasi seluruh barang perabotannya ke luar rumah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Setelah selesai mengevakuasi barang-barang perabotan milik Ngudiyo di kawasan Jalan Albasia, Martapura, personel satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar memajang police line atau garis polisi.

Garis polisi tersebut dibentangkan di area rumah lelaki berusia 67 tahun tersebut. Tak cuma rumah, pita plastik berwarna kuning itu juga dbentangkan hingga di bangunan warung milik Ngudiyo yang terletak di tepi Jalan Albasia.

Ngudiyo dan keluarganya pasrah ketika personel Satpol PP mengevakuasi seluruh barang perabotannya ke luar rumah. Termasuk ketika personel Satpol memajang police line.

Kepala Satpol PP Banjar HM Ali Hanafiah mengatakan pemajangan garis polisi itu bagian dari jalan tengah ketika pihaknya mengurungkan pembongkaran rumah Ngudiyo. Karena itu diharapkan rumah tersebut benar-benar dikosongkan atau tidak ditempati lagi.

Kios Pasar Apam di HST Diratakan, Pedagang Pasrah

Perubahan Drastis Tubuh Ashanty Terungkap, Ibu Aurel Hermansyah Mulai Rasakan Dampak Autoimun?

Menangis di Tengah Jalan, Perempuan Muda Ini Kejutkan Pengendara di Banjarmasin

Musibah Terjadi Jelang Ahmad Dhani Bebas, Mulan Jameela Kabarkan Ini Pasca Mobil Mahalnya Disorot

Dikatakannya, Pemkab Banjar telah menyediakan tempat tinggal sementara bagi Ngudiyo dan keluarga yakni di rumah dinas dokter yang kosong. Rumah dinas ini berada di belakang Polres Banjar di kompleks Pangeran Antasari, Martapura.

Namun hingga Kamis siang, Ngudiyo belum tertarik untuk menempati rumah dinas tersebut. "Kalau kami tak boleh tidur di rumah kami sendiri, kami akan tidur di halaman. Saya akan mendirikan tenda," ucapnya.

Sementara itu istri Ngudiyo, Eriyanti, sempat kaget dan sok ketika personel Satpol menyatakan rumah tersebut harus dikosongkan. Tak boleh ada pihak mana pun yang berativitas di rumah tersebut setelah garis polisi dipajang.

Persoalan yang mendera Ngudiyo tersebut mendapat empati dari sejumlah advokat yang tergabung dalam advokat SBA. "Kami mendampingi pak Ngudiyo secara probono atau gratis. Kami terpanggil untuk membantu, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi," ucap Samsul Bahri Arifin.

Nyaris Roboh, Rangka Baliho Ini Bikin Warga Pemurus Dalam Banjarmasin Khawatir

Jauhi Degradasi, Barito Putera Wajib Menang saat Lawan Semen Padang

Aib Nikita Mirzani Saat Habiskan Malam dengan Jorge Lorenzo Dibongkar, Billy Syahputra Ditendang!

Samsul sejak Kamis pagi telah berada di rumah Ngudiyo. Ia bersama beberapa advokat lainnya mendampingi Ngudiyo menghadapi puluhan personel Satpol PP yang ngeluruk untuk melakukan pembongkaran rumah sacara paksa.

Namun setelah melalui debat argumen yang cukup sengit, akhirnya Satpol PP urung melakukan pembongkaran. Jalan tengah yang ditwarkan Kepala Satpol PP Banjar HM Ali Hanafiah yang pengosongan rumah Ngudiyo.(banjarmasinpost.co.id /idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved