Pembongkaran Rumah di Martapura

Pengacara Sebut Sertifikat Kepemilikan Pemkab Banjar Lemah, ini Alasannya

Advokat yang mendampingi Ngudiyo, Samsul Bahri, menilai sertifikat kepemilikan tanah yang dikuasai Pemkab Banjar di atas lahan Ngudiyo lemah.

Pengacara Sebut Sertifikat Kepemilikan Pemkab Banjar Lemah, ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/roy
Advokat Samsul Bahri (tengah berkacamata) debat adu argumen dengan Kasatpol PP Banjar HA Ali Hanafiah (kanan). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Advokat yang mendampingi Ngudiyo, Samsul Bahri, menilai sertifikat kepemilikan tanah yang dikuasai Pemkab Banjar di atas lahan Ngudiyo lemah.

"Itu karena legalitas kepemilikan lahan yang dimiliki Pemkab Banjar jauh lebih muda yakni tahun 2004. Sedangkan bukti penguasaan lahan Pak Ngudiyo tahun 1980, tepatnya tertanggat 27 Agustus," bebernya.

Diakuinya legaliltas kepemilikan lahan yang dimiliki Ngudiyo hanya berupa kwitansi pembelian, sedangkan Pemkab Banjar berupa sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Meski begitu tak serta-merta legalitas Pemkab mengalahkan atau menggugurkan legalitas yang dipegang Ngudiyo.

Postingan Terbaru Ustaz Abdul Somad Pagi Ini Banjir Doa, Ini Stantus Baru Eks Suami Mellya Juniarti

Pacar Baru Baim Wong Dibongkar Putra Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Rafthar Adukan ke Paula Verhoeven

Kondisi Pilu Asisten Nike Ardilla Kini Diungkap Sohib Syahrini, Melly Goeslaw Tak Kuasa Tahan Tangis

Pasalnya, kwitansi juga merupakan bukti transaksi jual beli.

"Apalagi faktanya pada tahun 1981 Bupati Banjar kala itu juga menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) atas tambahan bangunan rumah yang dilakukan Pak Ngudiyo. Itu juga fakta pengakuan pemerintah daerah," sebutnya.

Terlebih lagi pihaknya telah melakukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Martapura. pada 15 November 2019 lalu.

Telah terdaftar (register) dalam perkara perdata di PN martapura dengan nomor 35/pdt.g/2019/pn.mtp.

Karena itu Sasmul berharap pihak Pemkab bersabar karena lahan tersebut saat ini masih dalam status sengketa.
Tidak boleh ada pihak manapun yang boleh menyentuh barang yang ada di kediaman Ngudiyo.

Namun Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Wahyudi menegaskan persoalan tersebut telah lama dibahas, termasuk dengan Ngudiyo.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved