Remaja Pengonsumsi Alkohol

Pengakuan Seorang Pengonsumsi Alkohol Oplosan, Minimal Tiga Botol Ukuran Jumbo untuk Mabuk

Kepada BPost, seorang pengonsumsi oplosan alkohol yang kerap disebut gaduk –terkait merek alkohol– mengaku untuk mendapat efek mabuk tidak cukup

Pengakuan Seorang Pengonsumsi Alkohol Oplosan, Minimal Tiga Botol Ukuran Jumbo untuk Mabuk
BPost Cetak
BPost edisi cetak Kamis (4/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kepada BPost, seorang pengonsumsi oplosan alkohol yang kerap disebut gaduk –terkait merek alkohol– mengaku untuk mendapat efek mabuk tidak cukup 1-2 botol.

Paling tidak tiga botol ukuran jumbo.

"Gampang saja belinya. Di apotik bisa di waruhg-warung juga bisa. Di pinggir Jalan A Yani Banjarbaru Kota juga bisa beli banyak. Demikian pula di samping kantor pajak,” kata penikmat gaduk, Romi.

Efek negatif alkohol sebenarnya sudah sangat terasa saat pertama kali menyalahgunakannya.

“Mulut dan tenggorokan serasa terbakar saat pertama kali meminumnya,” ungkap Romi.

Lain halnya dengan penikmat tuak di Banjarbaru, sebut saja Yadi.

Miris, Pengonsumsi Alkohol di Banjarbaru Didominasi Remaja Berusia 15 Tahun, ini Faktanya

Beban Pikiran Ashanty Disinggung Anang, Ayah Aurel Hermansyah Ungkap Soal Sakit Autoimun Istrinya

Ariel Tatum Dituduh Jadi Simpanan Om-om, Eks Kekasih Putra Maia Estianty Ungkap Sumber Penghasilan

Dia merasa lebih aman mengonsumsi tuak dibandingkan alkohol oplosan.

Yadi mengaku kerap membeli tuak di kawasan Sungaiulin.

Selain mudah didapat, baik Yadi maupun Romi mengaku membelinya karena murah.

Seorang penjual alkohol 95 persen di Banjarbaru mengaku bisa menjual ukuran 300 mililiter seharga Rp 55 ribu dan ukuran kecil 100 mililiter Rp 25 ribuan.

Pasokan didapat dari Banjarmasin.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved