Liga 2 2019

11 Eks Pemain Martapura FC Mengadu ke APPI, Engkus Mengaku Tidak di Gaji 2 Bulan

Kompetisi Liga 2 2019 memang sudah lama berlalu namun persoalan ternyata masih ada membelit di kubu Martapura FC utamanya soal tunggakan gaji pemain

11 Eks Pemain Martapura FC Mengadu ke APPI, Engkus Mengaku Tidak di Gaji 2 Bulan
Banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim
Skuat Martapura FC saat berpose di Stadion Demang Lehman Martapura, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kompetisi Liga 2 2019 memang sudah lama berlalu namun persoalan ternyata masih ada membelit di kubu Martapura FC utamanya soal tunggakan gaji para pemainnya.

Bahkan permasalahan ini sampai ke telinga Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) sebab sebanyak 10 pemain Martapura FC mengadukan hal ini.

Salah satu pemain Martapura FC yang ikut gajinya tidak dibayar Engkus Kuswaha mengaku selama mengikuti tim Laskar Sultan Adam sejak putaran I lalu dia hanya menerima gaji satu bulan saja.

"Dua bulan sisa tidak dibayar hingga sekarang," kata dia.

Engkus mengaku selain dirinya ada 10 pemain Martapura FC lainnya yang juga gajinya masih belum di bayar. Mereka yakni pemain yang di putus kontrak saat putaran I lalu.

Rebut Tiket ke Semifinal SEA Games 2019, Ini Lawan Berat Timnas U-22 Indonesia Menuju Final

Klasemen dan Hasil Akhir Fase Grup SEA Games 2019, Indonesia Tembus Semifinal, Thailand Gugur!

Hasil Liga Inggris Pekan 15 - Dilatih Pemain Terbaik Premier League 2002, Arsenal Malah Hancur

"Selain saya ada Diksi, Revi, Fadly, Agusalim, Haris, Alam, Saefullah Nazar Camara, Supri dan kiper Ngurah jadi ada 11 orang," kata dia.

Striker yang membela MFC sejak awal musim ini kemudian di coret di akhir putaran I. Engkus memilih bergabung ke tim PSCS Ciamis di awal putaran II.

"Iyaa putaran pertama cuma 3 bulan saya baru menerima gaji 1 bulan saja, 2 bulan sampai putaran pertama selesai belum gajian juga," kata pemain yang baru baru tadi ikut membela BAM FC di Piala Brimob Cup Polda Kalsel 2019.

Engkus menambahkan dari awal masuk dan keluar dari tim dia merasa baik baik saja namun managemen tidak ada respon sama sekali saat ditanya perihal masalah gaji ini.

"Mereka (manajemen) malah saling lempar sana sini pemain jadi pusing mau nagih gaji kepada siapa sementara pelatih juga tidak bisa bantu sama sekali," cerita Engkus.

Dari situlah sebenarnya pemain banyak mengeluh. Alhasil di akhir putaran I Martapura FC pun terpuruk akibat masalah internal ini.

"Latihan udah cape kerja keras tapi tidak dihargai sama sekali," ujar dia.

Dengan dilaporkannya kasus ini ke APPI, Engkus dan kawan kawan berharap pengurus dan manajemen Martapura FC membuka diri dan beretikat baik membayar hak hak pemain.

"Kita kasian yang sudah punya anak istri tidak bisa menafkahi keluarganya," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved