Berita Banjarbaru

Capai Luas 424.932 Ha, Kadisbunak Harapkan Sawit Perhatikan Keindahan dan Kelestarian Lingkungan

Meski kontribusi sawit terhadap perekonomian nasional cukup positif, industri kelapa sawit nasional tak lepas dari tudingan merusak hutan

Capai Luas 424.932 Ha, Kadisbunak Harapkan Sawit Perhatikan Keindahan dan Kelestarian Lingkungan
Banjarmasinpost/Nurholis Huda
Sekjen GAPKI Pusat, Agam Fatcurrochman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski kontribusi sawit terhadap perekonomian nasional cukup positif, industri kelapa sawit nasional tak lepas dari tudingan merusak hutan dan melenyapkan habitat hewan dilindungi atau yang dikenal dengan  deforestasi.

Apalagi kejadian kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 lalu kerap kali dikaitkan dengan pembukaan perkebunan kelapa sawit yang cukup masif. Hingga moratorium perizinan baru pun dilakukan.

Menurut Sekertaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Agam Fatcurrochman, ketika di Banjarbaru, Jumat (6/12/2019) mengatakan untuk perusahaan sawit terbukti tidak ada yang membakar sengaja terlebih di 2019 ini.

"Soal kebakaran lahan ini clear tidak ada perusahan yang melakukan Pembiaran. Kalau untuk isu deforestasi ini tidak bisa dikatakan demikian. Sejauh ini sawit dikembangkan mayoritas di bekas kawasan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dimana itu semak belukar yang kemudian direforestasi dimana sebelumnya itu menyerap karbon," kata Agam Fatcurrochman.

Daftar Perolehan Medali SEA Games 2019 Hingga Jumat (1/12) Sore, Kemenpora: Indonesia Runner Up

LIVE RCTI + : Link Live Streaming Inter Milan vs AS Roma, TV Online Bein Sports 2 Liga Italia

Sempat Vakum Menyanyi, Hanny Kembali Ngisi Job Reguler di Hoky 89, Begini Penampilanya Sekarang

Perhotelan di Banjarmasin Geber Promo Tahun Baru, Okupansi Selama Akhir Tahun Capai 80 Persen

Dijelaskan dia, setiap perusahan industri sawit di Indonesia harus diwajibkan mempunyai area perlindungan konservasi, dan juga melakukan pengecekan karbon tinggi. Jadi sekarang sudah berhati-hati.

"Jadi isu kampanye deforestasi sawit itu tidak benar adanya,"katanya.

Untuk moratorium izin sawit disampaikannya memang diterapkan pemerintaj namun untuk masyarakat masih membolehkan.

"Pemerintah kini berharap intensifikasi lahan yang ada dan bukan membuka kawasan baru dengan izin baru," tandasnya.

Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Selatan Eddy Sapta Binti, menambahkan karena itu acara Focus Group Discussion (FGD) Sawit untuk membangun hutan lestari ini perlu dilakukan untuk menjembatani dan mensinergikan keinginan pemangku kepentingan dan instansi terkait perkebunan sawit untuk membangun hutan lestari sebagai show case pembangunan kelanjutan dan lestari Provinsi Kalimantan Selatan.

"Diharapkan dalam pembangunan berkelanjutan dapat tercapai dan terintegrasi dengan sub sektor lain seperti kehutaanan, peternakan dan industri lainnya", lontar Eddy sapaanya.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved