Berita Banjarmasin

Dana Makan Minum Harian Guru, Dinas Pendidikan Banjarmasin Minta Sisihkan dari Dana Kantin

Disdik Banjarmasin belum menganggarkan dana makan minum harian guru dari dana APBD

Dana Makan Minum Harian Guru, Dinas Pendidikan Banjarmasin Minta Sisihkan dari Dana Kantin
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kantin SDN Antasan Besar 7, di kawasan Meratus, Banjarmasin Tengah. Hasil keuntungan dari kantin ini salah satunya dipakai untuk memberi minum dan makan guru SDN setempat selama mengajar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas pendidikan Banjarmasin belum bisa berbuat banyak seiring dengan terbitnya petunjuk teknis (juknis) No 3 tahun 2019 pada Maret silam tentang penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari kementrian pendidikan yang melarang biaya makan dan minum harian di sekolah jenjang SD dan SMP dari dana BOS.

“Iya, kalau kita anggarankan di APBD 2020, cukup banyak dananya. Kalau dikalikan ribuan guru di Banjarmasin, maka cukup banyak duitnya. Mungkin miliaran rupiah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Banjamasin, Agus Totok Daryanto, Jumat (6/12/19).

Menurut Totok, saat ini dinas pendidikan memang belum menganggarkan dana makan minum harian guru dari dana APBD sehingga diharapkan masing-masing sekolah untuk bisa mencari solusi untuk dana makan minum harian sekolah ini.

“Kita sarankan sekolah bisa menyisihkan keuntangan dari kantin dan warung untuk keperluan makan dan minum harian sekolah,” katanya.

Pedagang E-Commerce Banua Respon Positif Regulasi Izin Usaha dari Pemerintah, Harapkan Ini

Kisah Anak Andi Soraya yang Jadi Kasir, Meski Mantan Steve Emmanuel itu Sudah Nikahi Pengusaha Kaya

Ancaman Ayu Ting Ting Saat Pernikahan Sirinya Diungkap Sosok Ini, Ruben Onsu Bereaksi

Ada Menu Angkringan Khas Roditha Sambut Tahun Baru 2020

Totok mengharapkan sekolah bisa mencontoh keberadaan kantin SDN Antasan Besar 7, di kawasan Meratus, Banjarmasin Tengah. Hasil keuntungan dari kantin ini salah satunya dipakai untuk memberi minum dan makan guru SDN setempat selama mengajar.

“Upaya ini dilakukan pihak SDN Antasaran Besar 7 sejak terbitnya juknis BOS yang tidak lagi mencantumkan anggaran minum dan makan harian sekolah,” kata Totok.

Dijelaskan Totok, bagi sekolah yang mempunyai warung-warung atau kantin, maka hasil keuntungannya bisa disisihkan sebagaian untuk keperluan makan dan minum harian guru di sekolah.

(Banjarmasinpost.co.ide/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved