Berita Balangan

Guru MAN 1 Balangan Raih Dua Penghargaan Tingkat Nasional, Ciptakan Taman Tempurung Bersinar

Satu kebanggaan dari ajang bergengsi tingkat nasional diraih pengajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Balangan, Kabupaten Balangan, Zulfah Magdalena.

Guru MAN 1 Balangan Raih Dua Penghargaan Tingkat Nasional, Ciptakan Taman Tempurung Bersinar
foto kiriman Zulfah untuk Bpost
Guru MAN 1 Balangan, Zulfah Maghdalena mempersentasikan hasil karya inovasi taman tempurung bersinar dihadapan juri pada saat Grand Ginal Inovasi Pembelajaran di Lampung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Satu kebanggaan dari ajang bergengsi tingkat nasional diraih pengajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Balangan, Kabupaten Balangan, Zulfah Magdalena.

Tak tanggung-tanggung, perempuan yang sudah mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik ini mendapatkan dua penghargaan sekaligus pada ajang Hari Guru Nasional (HGN).

Kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (06/12/2019), Zulfah menceritakan pengalamannya dalam mendapatkan dua penghargaan tersebut.

Pasalnya, Zulfah menerima penghargaan juara 1 inovasi pembelajaran kategori bidang matematika dan IPA, serta juara harapan 2 Anugrah Guru dan Tenaga Kependidikan kategori Guru MA tingkat nasional.

Pada ajang yang digelar oleh Kementrian Agama Republik Indonesia di Lampung beberapa waktu lalu, Zulfah memperlihatkan hasil karyanya.

Mata Dylan Carr Nyaris Buta Pasca Kecelakaan Diungkap Ammar Zoni, Suami Irish Bella Ingatkan Ini

Waswas Baim Wong Imbas Istri Raffi Ahmad Saat Beli Hadiah Paula Verhoeven, Nagita Slavina Ngapain?

Perlakuan Maia Estianty ke Calon Mantu, Kekasih Dul Jaelani Dibuat Eks Duet Mulan Jameela Begini

Ia mengajarkan siswa kelas XII MAN 1 Balangan untuk membuat taman gantung tempurung bersinar dengan mengaplikasikan sel volta.

Zulfah menerangkan, pembuatan taman gantung tersebut menggunakan bahan sederhana yang mudah didapat.

Ia dan para siswa memanfaatkan limbah tempurung kelapa muda, kemudian diberi tanah dasar kolam, yakni dari tanah biasa dan tanah organik.

Kemudian barulah ditanami bunga.

"Selanjutnya pot bunga dari tempurung ini dibuat menjadi baterai dengan menambahkan sendok sebagai katoda dan paku beton sebagai anoda. Kemudian dirangkai sebanyak tiga rangkaian pot dan diberi bola lampu atom," jelas Zulfah.

Halaman
123
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved