Berita Banjarmasin

Kongres Bahasa Banjar, Jurnalis BPost dan 7 Pemerhati Budaya Terima Penghargaan Wali Kota

Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisatanya, Ihsan Al Haq, Jumat (6/12/2019), membuka Kongres Bahasa Banjar

Kongres Bahasa Banjar, Jurnalis BPost dan 7 Pemerhati Budaya Terima Penghargaan Wali Kota
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Pemberian penghargaan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisatanya, Ihsan Al Haq, Jumat (6/12/2019), membuka Kongres Bahasa Banjar 2019.

Bertempat di sebuah hotel Jalan A Yani Kilometer 4,5 Kelurahan Pemurus luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kalsel, pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong.

Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina dalam sambutan sempat menyodorkan beberapa referensi kepada peserta kongres untuk turut dikaji dalam pertemuan tersebut.

Diantaranya merujuk pada tiga teori yang menyatakan penyebaran bahasa Banjar ke sejumlah wilayah salah satunya melalui migrasi warga Banjar.

"Karena pernah saat saya ke Palu, di sana ada namanya Kerukunan Urang Banjar yang ternyata jumlah orang Banjar di sana sebanyak 1.500 KK. Dan mereka asli dari Sungai Durian," jelasnya.

Penampakan Agnez Mo Pasca Ngaku Tak Berdarah Indonesia, Video Singkat Mantan Roger Danuarta Disorot

Video Buka-bukaan Barbie Kumalasari Depan Irfan di Kolam Renang, Ulah Seteru Nikita Mirzani Disorot

Mata Dylan Carr Nyaris Buta Pasca Kecelakaan Diungkap Ammar Zoni, Suami Irish Bella Ingatkan Ini

Tidak hanya itu, uniknya lagi kata Ibnu, ketika ia berbincang dengan orang Banjar perantauan, justru bahasa Banjar yang mereka gunakan terkadang cukup sulit dipahami.

Namun hal itu bukan dikarenakan mereka telah terpengaruh pada budaya domisili barunya, melainkan kesetiaan para perantauan yang memelihara keaslian bahasa Banjar.

"Berbeda dengan di daerah kita (Banjarmasin, red) justru bahasa Banjar telah terkontaminasi alias tercampur-campur," cetusnya.

Selain itu, secara geografis, tambah Ibnu persebaran Bahasa Banjar juga bisa terlihat kelestariannya, karena mereka yang migrasi ke barat, terkadang lebih terpelihara bahasa Banjarnya.

"Sebaliknya, yang migrasi ke timur itu hilang Banjarnya. Ya mudah-mudahan, ini pun bisa menjadi referensi bapak dan ibu dalam kongres ini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved