Berita Regional

Meminta Fee 2 Persen, Fasilitator Rumah Bantuan Gempa Lombok Tengah Terjaring OTT Polisi

Oknum fasilitator pengerjaan rumah tahan gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Tengah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Meminta Fee 2 Persen, Fasilitator Rumah Bantuan Gempa Lombok Tengah Terjaring OTT Polisi
net
ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, LOMBOK TENGAH - Oknum fasilitator pengerjaan rumah tahan gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Tengah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Lombok Tengah, Rabu (4/12/2019).

Pelaku yang terjaring OTT yakni Lalu Nu’mansyah, Lalu Samsul Anwar dan Doni Bayangkari.

Diketahui, ketiga tersangka ini menjadi fasilitator di Desa Teratak, Kecamatan Batukeliang Utara, Lombok Tengah.

Kasatreskrim AKP Rafles P Girsang dalam keterangan tertulisnya menyebutkan pelaku meminta fee sebanyak 2 persen.

Tersambar Petir Saat Pulang dari Sawah, Petani Ini Tewas dengan Luka Bakar di Dada dan Telinga

Dirut Garuda Dipecat, Simak Kronologis Penyelundupan Harley Davidson dan Sepeda Brompton di Garuda

Lowongan Kerja Dicari Tenaga Administrasi Pria atau Wanita, Pengumuman Kehilangan

Rayuan Betrand Peto ke Sarwendah Dipergoki Ruben Onsu, Teman Ayu Ting Ting : Jangan Bawa-Bawa Ayah!

"Saudara Lalu Nu'mansyah beserta empat orang lainnya melakukan pertemuan dengan 3 suplayer yaitu CV FAS, CV CAL, dan CV BL, yang mana dilakukan di rumah saudara Lalau Wiwin Pemilik CV CAL, dan meminta fee 2 persen setiap penerima manfaat per KK, namun pihak CV tidak mau," kata Rafles, saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2019).

Disebutkan, tersangka memanfaatkan jabatan dan wewenangnya, jika tidak mau memberi fee, maka pihak fasilitator tidak akan menandatangani rencana penggunaan dana (RPD).

"Dalam proses pencairan dana mengharuskan ada tanda tangan dari fasilitator seperti tanda tangan progres pekerjaan, RAB, RPD (rencana penggunaan dana) dan jika salah satu tidak ada tanda tangan, maka dana tersebut tidak dapat dicairkan, di sanalah dijadikan kesempatan oleh fasilitator untuk meminta uang, dan jika tidak diberikan, maka tidak akan tanda tangan," ungkap Rafles.

Diduga Selundupkan Harley Davidson dan Sepeda Brompton, Dirut Garuda Dipecat

Lestarikan Kerajinan Tangan Kain Tenun Pagatan, Gadis Batulicin Ini Ingin Promosikan Lewat Medsos

Isu Perceraian Kiwil - Meggy Wulandari Merebak, Ini Jawaban Tak Terduga Pedangdut Cantik Itu

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti yaitu uang sebesar Rp 5.200.000, satu bendel berkas untuk syarat pencairan dana, tas kulit warna hitam dan buku tabungan BRI simpedes.

Dari kejadian ini, pelaku disangkakan dengan Pasal 12 huruf e sub Pasal 12 huruf a lebih sub Pasal 11 jo Pasal 55 KUHP Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fasilitator Rumah Bantuan Gempa Lombok Tengah Terjaring OTT "
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved