Breaking News:

Berita Banjarbaru

Pengonsumsi Alkohol Didominasi Kalangan Pelajar, Politisi PKS Banjarbaru Singgung Perda ini

Hasil temuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru terkait penyalahgunaan alkohol yang ditertibkan ternyata didominasi dari kalangan

istimewa
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hasil temuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru terkait penyalahgunaan alkohol yang ditertibkan ternyata didominasi dari kalangan pelajar.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari mengatakan bahwa kita berada di Kota dengan mayoritas penduduknya beragama Islam yang melarang konsumsi alkohol, dalam realitanya masih banyak orang yang mengonsumsi minuman ini.

Bahkan, konsumsi minuman beralkohol ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga oleh remaja yang masih di usia sekolah.

Dan hasil nya pun cukup mencengangkan, 75% dikonsumsi oleh pelajar.

5 Kesalahan Helmy Yahya yang Bikin Dicopot dari Dirut LPP TVRI Menurut Praktisi Media Helmi Adam

Pernikahan Gisella Anastasia & Wijaya Saputra Ternyata Belum Direncana, Alasan Eks Gading Marten?

Ketidaksabaran Rezky Aditya Lakukan Ini pada Citra Kirana Setelah Nikah, Eks Agnez Mo Buat Pengakuan

"Padahal di Kota Banjarbaru sendiri memiliki Perda No 5 tahun 2006 tentang larangan minuman beralkohol. Dimana bagi pengguna dan pengedar bisa terkena sanksi pidana," katanya, Kamis, (5/12).

Nurkhalis Anshari yang juga Anggota DPRD Kota Banjarbaru Dapil Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Utara, menambahkan data ini menunjukkan fakta yang tidak baik bagi dunia kesehatan dan juga dunia pendidikan di Kota Banjarbaru.

Politisi PKS ini pun menyarankan perbaikan peran pendidikan bagi anak-anak dan remaja, baik itu dari sekolah ataupun orangtua agar bisa memberikan pengawasan dan pemahaman lebih baik tentang bahaya minuman beralkohol.

Lingkungan para remaja dalam bergaul juga sebaiknya lebih ditata agar bisa menekan kebiasaan mengonsumsi alkohol ini.

"Dari hasil temuan Satpol PP ini juga menghasilkan sebuah pertanyaan besar, yakni bagaimana cara para remaja ini mendapatkan alkohol padahal minuman ini tidak dijual bebas di pasaran," lanjutnya.

Fakta bahwa konsumsi alkohol para remaja ini sangat tinggi bisa menjadi patokan bagi Dinas Kesehatan dan juga Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru untuk melakukan evaluasi akan peredaran minuman ini di lapangan maupun di sekolah.

“Dinas kesehatan sebaiknya melakukan evaluasi karena konsumsi alkohol bisa mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Anak-anak harus mendapatkan pemahaman dan konseling lebih baik demi mengetahui efek buruk dari minuman ini dengan lebih baik,” ungkap Wakil Ketua Bapemperda ini.

Nurkhalis juga menyebut tingginya konsumsi alkohol ini sepertinya terkait dengan rasa penasaran para remaja akan berbagai hal sehingga ingin mencoba minuman yang tidak sehat.

Rasa penasaran ini bisa disebabkan oleh pergaulan dari lingkungannya hingga informasi di media sosial yang kurang sesuai dengan kondisi mereka.

(banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved