Berita Kabupaten Banjar

Setelah Pengosongan Rumah di Martapura, Begini Kondisi Kediaman Ngudiyo, 'Maaf Tidak Parkir Lagi'

Sehari pascapengosongan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), kediaman Ngudiyo di Jalan Albasia

Setelah Pengosongan Rumah di Martapura, Begini Kondisi Kediaman Ngudiyo, 'Maaf Tidak Parkir Lagi'
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Suasana kediaman Ngudiyo di Jalan Albasia, Martapura, sepi, Jumat (6/12) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sehari pascapengosongan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), kediaman Ngudiyo di Jalan Albasia, Martapura, lengang.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Jumat (06/12/2019) pagi, rumah berkonstruksi kayu tersebut sepi. Tak tampak tanda-tanda aktivitas apa pun.

Police line (garis polisi) tetap membentang kuat mengelilingi area lahan Ngudiyo. Di jalan masuk, teronggok kursi plastik putih kusam.

Di atas kursi itu teronggok potongan kerts kardus air mineral berisi tulisan: maaf tidak parkir lagi. Dari Paman, tertanggal 6 Desember 2019.

Sekedar diketahui selama ini Ngudiyo memang menyediakan jasa parkir di halaman rumahnya. Biasanya yang pengguna jasa parkirnya adalah kalangan pelajar sekolah menengah pertama negeri (SMPN) yang tak jaraknya berdekatan.

Foto Masa Lalu Syahrini & Reino Barack Dibongkar, Kakak Aisyahrani Bikin Pengakuan Soal Ini

Selain itu, lelaki 67 tahun itu juga membuka usaha warung makan di bagian depan. Sang istri (Eriyanti) dan anak yang mengelola warung itu.

Di rumah tersebut ada 13 jiwa yang menghuni dengan tiga kepala keluarga. Sejak tahun 1980-an silam Ngudiyo bermukim di tempat itu.

Jimat Uya Kuya yang Buat Sukses Diungkap Sosok Ini, Astrid Nangis Depan Iis Dahlia & Billy Syahputra

Namun lahan yang ditempati Ngudiyo diklaim milik Pemkab Banjar dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat BPN nomor 0002 tahun 2004. Sementara itu Ngudiyo juga mengklaim kepemelikan karena ia membeli lahan tersebut puluhan tahun silam dari pengurus koperasi milik Pemkab Banjar.

Karena itu dibantu kumpulan advokat SBA, Ngudiyo melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Martapura. "Yang kami gugat Pemkab Banjar dan BPN RI sebagai tergugat II," ucap Samsul Bahri Ariffin, advokat SBA.

Kebakaran di Kompleks Estrang Banjarmasin, 250 Baterai BTS Ludes Terbakar, Ini Jumlah Kerugiannya

Kamis kemarin sekitar 200 personel Satpol PP Banjar ngeluruk ke kediaman Ngudiyo untuk melakukan pembongkaran. Namun anggota keluarga Ngudiyo melakukan penolakan dan perlawanan.

Samsul Bahri Arifin bersama beberapa advokat SBA lainnya yang turun ke lokasi juga melakukan upaya pencegahan pencegahan mengingat status lahan tersebut masih dalam sengketa sehingga tak boleh ada pihak mana pun yang melakukan tindakan.

Satpol akhirnya urung melakukan pembongkaran. Namun mereka meminta Ngudiyo dan keluarga mengosongkan runah. Semua barang perabotannya dievakuasi Satpol dan diamankan di rumah dinas dokter milik Pemkab Banjar di belakang Polres Banjar di Kompleks Pangeran Antasari, Martapura.

Rumah tersebut kosong dan ditawarkan Pemkab Banjar kepada Ngudiyo sebagai tempat tinggal sementara. Informasi diperoleh akhirnya Ngudiyo bersedia menempati rumah tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved