Berita Banjarmasin

Anggarkan Rp 10 Miliar hingga Rp 15 Miliar, Pemko Bakal Tata Wilayah Kumuh di Banjarmasin

Penataan wilayah kumuh di Kota Banjarmasin sampai saat ini terus diintensifkan oleh pemerintah setempat.

Anggarkan Rp 10 Miliar hingga Rp 15 Miliar, Pemko Bakal Tata Wilayah Kumuh di Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Warga Banua Anyar membenahi kawasan kumuh menjadi lebih berwarna-warni. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penataan wilayah kumuh di Kota Banjarmasin sampai saat ini terus diintensifkan oleh pemerintah setempat.

Menargetkan program 100-0-100 (100 persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi, red), bisa tercapai hingga akhir tahun ini.

Hanya saja setumpuk pekerjaan baru akan menanti Pemerintah Kota Banjarmasin terutama Dinas perumahan dan kawasan pemukimannya pada 2020 mendatang.

Pasalnya Pemerintah Kota Banjarmasin dituntut harus mampu menjaga keberlangsungan wilayah kumuh yang telah berhasil ditata.

VIRAL Video Mobil Ferrari Diangkut Pesawat Garuda, Erick Thohir Bakal Pangkas Pejabat PT Garuda

SKOR 2-0! Live Streaming RCTI & Hasil Timnas U-23 Indonesia vs Myanmar Babak Kedua SEA Games 2019

Roy Kiyoshi Kerap Bawa Jimat Abu Jasad Korban Pembunuhan, Teman Roby Purba Ngaku Sering Dapat Santet

Sehingga dengan demikian, wilayah kumuh berhasil tertata serta menyerap banyak waktu serta dana pemerintah berbuah manis, tidak hanya masa kini melainkan hingga beberapa tahun ke depan.

Fanani selaku Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarmasin tidak menampik hal tersebut.

Menurutnya langkah ini sangat penting karena demi mewujudkan keberlanjutan pemukiman di kota Banjarmasin yang tertata dan bersih.

" Karena ibarat kita memangkas rumput di sebuah halaman, jika beberapa minggu kemudian tidak diperhatikan dan dirawat. Maka rumput-rumput liar tersebut akan tumbuh dengan rimbunnya. Begitu juga penataan wilayah kumuh ini agar tidak kembali," jelasnya.

Oleh karena itu Fanani mengatakan meyakini penataan wilayah kumuh berhasil pihaknya nol atau selesaikan di akhir 2019 ini, pada 2020 mendatang pihaknya berencana akan menerbitkan sebuah SK baru.

Jika sebelumnya SK tersebut berkaitan dengan penanganan wilayah kumuh agar teratasi di lima kecamatan, kali ini berkaitan tentang Penetapan Lokasi Pencegahan Permukiman Kumuh Baru.

" Iya, ini sesuai dengan misi Pemko. Karena bila 2015 hingga 2019 kami konsen tentang penanganan, pada 2020 ke depan kami akan lebih fokus pada pencegahan. Karena kalau dibiarkan (kawasan kumuh, red) akan muncul lagi,” jelasnya.

Meskipun tambah Fanani lagi seiring terbitnya SK baru itu bukan berarti akan merubah pola kerja sebelumnya. Karena bentuk kegiatan sama, melainkan hanya SK - nya saja berbeda yaitu dari penanganan menjadi pencegahan.

" Untuk anggaran yakni antara Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar di APBD," jelasnya.

Fanani juga mengatakan meski wilayah kumuh di Kota Banjarmasin per-awal 2019 lalu telah menyisakan 117 dari 549 hektar di lima kecamatan kota Banjarmasin. Namun wilayah terkumuh masih ditempati di kawasan Selatan Banjarmasin.

" Tapi Alhamdulillah, di akhir 2019 ini semuanya telah teratasi. Tinggal ke depan bagaimana pelaksanaan pencegahan bisa berjalan lancar sehingga tidak ada lagi muncul kawasan kumuh," tutupnya.(banjarmasinpost.co.id/gha)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved