Berita Batola

Dana Makan Minum Guru Pertengahan di Batola Cair Januari 2020, Perguru Dijatah Rp 3 Ribu

Dinas Pendidikan Batola memastikan dana makan minum harian dicairkan pada pertengahan Januari 2020 mendatang.

Dana Makan Minum Guru Pertengahan di Batola Cair Januari 2020, Perguru Dijatah Rp 3 Ribu
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Dinas Pendidikan Barito Kuala Sumarji. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Pendidikan Batola memastikan dana makan minum harian ribuan guru di kabupaten setempat sebesar Rp 3,1 miliar akan dicairkan pada pertengahan Januari 2020 mendatang.

Diperkirakan satu guru baik PNS dan guru honor akan mendapatkan jatah Rp 3 ribu per hari untuk membeli satu gelas teh dan wadai.

“Satu guru dijatah Rp3 ribu untuk satu gelasteh dan satu wadai. Insya Alloh, cair pada pertengahan 2020 “ kata Kepala Dinas Pendidikan Batola Sumarji, Jumat (6/12/2019)

Sumarji punya formula jitu untuk mendistribusikan dana makan minum guru.

Di kabupaten setempat untuk SDN dan SMPN yang muridnya di bawah 100 siswa itu ternyata ada sebanyak 100 sekolah lebih.

NEWSVIDEO : Kericuhan usai Pertandingan Kalteng Putra vs Madura United di Stadion Tuah Pahoe

Masa Jabatan Presiden RI Diperpanjang? Ini Kata Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kalsel

Akhirnya Tanggal Ahmad Dhani Bebas Terungkap, Eks Duet Maia Estianty, Mulan Jameela Persiapkan Ini

Baru Diresmikan, Atap RSUD Hadji Boejasin Sudah Bocor, Ini Penjelasan Direktur

Pihaknya membuat beberapa opsi dengan dana Rp 3,1 miliar bersumber APBD 2020 atau dana BOSDA untuk dana makan minum harian sekolah ini. Seperti jika murid itu kurang dari 100 satu sekolah, maka dianggap jumlahnya 100 siswa.

“Jadi jika satu tahun itu Rp 70 ribu per satu siswa, maka untuk 100 siswa itu akan mendapatkan Rp7 juta untuk dana minum dan snack guru,” katanya.

Dijelaskannya, untuk murid antara 100 siswa sampai 300 siswa, maka dana makan minum harian sekolah, maka akan dihitung berdasarkan jumlah siswa dari sekolah. Jika jumlah murid dari sebuah sekolah itu sebanyak 201 atau 205 siswa, maka akan dikalikan 70 ribu per siswanya.

“Demikian juga jika muridnya itu 299 siswa, maka tinggal dikalikam saja Rp70 ribu,” katanya.

Namun, sambung Sumarji, dari untuk 300 siswa, maka akan tetap dihitung 300 siswa untuk perhitungan anggaran snack dan minum harian sekolah. Dinas pendidikan Batola berangggapan jika jumlah siswa itu mencapai 300 siswa, berarti dianggap telah mendapatkan dana BOS yang besar juga.

“Untuk sekolah yang hanya mempunyai murid di bawah 100 siswa itu hanya sekitar Rp7,5 juta saja per tahun. Jika dibagi 12 bulan, maka per bulannya cuma Rp600 ribu saja dana makan minum hariannya,” kata Sumarji.

Dijelaskan Sumarji, nah Rp600 ribu itu dibagi lagi dalam 15 hari, sehingga per harinya satu sekolah cuma mendapatkan Rp24 ribu per hari. Jika guru dalam satu sekolah itu berjumlah 10, maka satu guru akan mendapatkan Rp2.300 sampai Rp2.400 per guru.

Kalah 6-1 Atas Jatim, Tim Pra Pon Akan Habis Habisan Lawan Yogjakarta

BREAKING NEWS: Dua Perampok Alfamart Dibekuk, Pelaku Digerebek di Rumahnya di Kelayan A

Bermain di Kandang, Barito Putera Takluk Atas Semen Padang, Skor Akhir 0-3

“Rp2.400 itu untuk membeli segelas tehh dan satu wadai,” katanya.

Sumarji memutuskan pencarian dana makan minum harian guru Rp2.300 per guru untuk sekolah di bawah 100 siswa itu akan dicairkan paling lambat pertengahan Januari 2020 dan masuk ke rekening sekolah. Sekolah diharapkan membuatkan laporan pertanggungjawaban.

“Dana BOSDA Batola salah satunya untuk keperluan makan dan minum harian guru,” katanya. (Banjarmasipost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved