Berita Banjar

Hujan Belum Mampu Naikkan Debit Waduk Riamkanan, Produksi Listrik Bendungan Ir P M Noor Masih Segini

intensitas curah hujan di kawasan waduk Riamkanan di wilayah Desa Tiwinganlama dan sekitarnya, masih rendah.

Hujan Belum Mampu Naikkan Debit Waduk Riamkanan, Produksi Listrik Bendungan Ir P M Noor Masih Segini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
SUSUT - Petugas PLTA Ir PM Noor memantau waduk Riamkanan. Debit air setempat turun drastis sejak kemarau beberapa bulan lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Musim penghujan telah tiba sejak beberapa pekan silam. Bahkan sejumlah tempat mulai sering diguyur hujan deras seperti Martapura dan Banjarbaru. Namun ternyata hujan belum membasahi kawasan waduk Riamkanan.

"Ya memang sudah mulai ada hujan, tapi masih sesekali dan belum deras. Jadi, bisa dibilang belum berpengaruh terhadap ketinggian debit air waduk Riamkanan," ucap Manager Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Diesel (PLTAD) Gunung Bamega, M Arsyad, Sabtu (07/12/2019).

Sekadar diketahui, PLTAD Gunung Bamega membawahi beberapa pembangkit listrik di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mulai dari PLTA Ir PM Noor di Desa Tiwinganlama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Lalu, PLTD Kotabaru, ULD di wilayah Kotabaru, dan PLTD Pagatan di Kabupaten Tanahbumbu.

Melawan dan Mencoba Kabur, Tiga Pelaku Perampokan BRI Unit Negla Bojongsari Ditembak, Satu Tewas

Kronologis Pengemudi Tewas saat Beton Tiang Listrik Terlepas dari Truk lalu Menembus Mobil Yaris

Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Malam Ini Derby Manchester City vs MU Live Streaming Mola TV

Pegulat Nastrusnicu Roxana Andreea Punya Kecantikan Alami, Rahasianya Disiplin Menjaga Pola Makan

Arsyad menuturkan intensitas curah hujan di kawasan waduk Riamkanan di wilayah Desa Tiwinganlama dan sekitarnya, masih rendah. "Hujan derasnya masih di sekitar wilayah kota, belum sampai ke waduk," sebutnya.

Saat ini debit air di waduk Riamkanan masih rendah dan posisinya mendekati level kritis. "DMA (duga muka air) di waduk hari Jumat 53.46 meter. Kalau sampai turun hingga 52.50 meter, turbin sama sekali tak bisa dioperasionalkan," tandasnya.

Dikatakannya, saat ini turbin yang dapat dioperasional hanya satu unit turbin. Dua unit turbin lainnya tak bisa dioperasionalkan mengingat debit air waduk yang rendah.

"Sejak September kemarin cuma satu turbin yang operasional. Produksi listriknya juga hanya setengah yakni 5 MW dari kondisi normal 10 MW per turbin," paparnya.

Meski begitu, lanjut Arsyad, suplai listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah masih lancar dan tercukupi. Hal ini lantaran produksi listrik dari pembangkit lainnya masih berjalan normal.

Supervisor Operasi dan Pemeliharaan Dhanny Christyawan memaparkan operasional turbin hanya satu unit terjadi sejak 11 September 2019 lalu. DMA saat itu 55,7 produksi listrik 5 MW.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved