Opini

Mengelola Dana Insentif Daerah

Salah satu sumber pembiayaan kegiatan di daerah yang berasal dari pemerintah pusat berbentuk dana insentif yang dinamakan Dana Insentif Daerah (DID)

Mengelola Dana Insentif Daerah
Istimewa
Ilustrasi-dana desa 

Oleh: Rostamaji Korniawan Pranata Humas Ahli Muda Biro  Komunikasi dan Layanan Informasi, Kementerian Keuangan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kebutuhan daerah untuk membiayai pembangunan fisik dan non fisik bisa bersumber dari pembiayaan yang disalurkan dari pemerintah pusat maupun dalam bentuk investasi dan pinjaman yang diperoleh dari pihak ketiga.

Salah satu sumber pembiayaan kegiatan di daerah yang berasal dari pemerintah pusat berbentuk dana insentif yang dinamakan Dana Insentif Daerah (DID). Selain itu, Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Desa juga merupakan sumber pembiayaan kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah yang sumber dananya berasal dari komponen perhitungan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) yang dikelola oleh pemerintah pusat.

DID pada dasarnya merupakan dana insentif tambahan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah. Dana ini diberikan kepada daerah yang dinilai mampu menunjukan prestasi dan kinerjanya yang terbaik. Ditengah pelaksanaan pencairan DID muncul beragam pertanyaan kritis mengenai efektifitas pemberian DID kepada daerah.

Kasus korupsi Dana Desa dan isu ‘Desa Hantu’ menjadi salah satu pemicu yang mempertanyakan, apakah efektif daerah mendapatkan dana tambahan kembali? Penyalahgunaan anggaran yang dikelola oleh pemerintah daerah menjadi celah yang selalu dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap kepercayaan pemerintah pusat kepada pemerintah kepada daerah.

Pengumuman Hasil Seleksi CPNS 2019, Catat Tanggalnya, Peserta Tak Lulus Ada Masa Sanggah

Jadi Destinasi Wisata Air, Pulau Bromo Akan Dibangun Rumah Lanting, Desain Dibantu ULM

Pelaku Perampokan Dibekuk, Karyawan Alfamart Ungkap Perasaan Tak Enak Pasca Kejadian

Dana Makan Minum Guru Pertengahan di Batola Cair Januari 2020, Perguru Dijatah Rp 3 Ribu

Dilihat dari esensi tujuannya, DID sebenarnya merupakan program pemerintah pusat yang sasarannya ditujukan untuk mendorong daerah agar mereka dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi peningkatan ekonomi daerah itu sendiri.

Secara teknis, pengelolaan DID diatur di dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Insentif Daerah. Di dalam aturan tersebut jelas disebutkan bahwa ada beberapa prioritas yang menjadi persyaratan bagi daerah agar bisa dipenuhi jika ingin mendapatkan Dana Insentif Daerah ini.

Prioritas tersebut meliputi apakah daerah tersebut mampu meningkatkan nilai investasi di daerahnya, apakah daerah itu juga mampu meningkatkan nilai ekspornya, mampu mendorong kemandirIan masyarakatnya, mampu merealisasikan pembiayaan pada bidang ekonomi yang kreatif, mampu menyejahterakan masyarakatnya, mampu memberikan palayanan publik untuk kebutuhan masyarakat yang mendasar, mampu membangun infrastruktur yang dibutuhkan daerah, mampu menyelenggarakan sistem pemerintahan yang kredibel, mampu mengelola keuangan daerah yang dapat dipertanggungjwabkan, mampu mengelola limbah, dan mampu menciptakan inovasi pada layanan publik maupun sistem birokrasi yang efisien di daerah.

Beberapa prioritas tersebut menjadi acuan bagi daerah jika daerah ingin mendapatkan dana insentif tersebut. Harus ada capaian pemenuhan target yang berhasil dilakukan daerah agar kinerja yang mereka lakukan bisa menjadi indikator keberhasilan daerah mengambil kesempatan mengelola DID secara transparan dan bertanggung jawab.

Sudah waktunya bagi daerah untuk berorientasi membangun pondasi ekonomi yang lebih menekankan pada peran ekonomi riil tanpa harus membebani fiskal daerah masing-masing. Terlebih, pemerintah pusat juga sudah banyak menerbitkan regulasi yang memberikan insentif bagi pelaku ekonomi riil. Kondisi ini harus dimanfaatkan pelaku usaha daerah dengan bantuan komunikasi pemerintah daerah yang juga berperan menyampaikan kembali kebijakan pemerintah pusat kepada semua masyarakat daerah secara keseluruhan.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved