Berita Banjarbaru

Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XL di Banjarbaru Resmi Ditutup

Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XL di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru 2019, resmi ditutup

Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XL di Banjarbaru Resmi Ditutup
Humas Pemko Banjarbaru
Suasana penutupan Diklatpim 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XL di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru 2019, resmi ditutup, Sabtu, (7/12).

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah didampingi Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Banjarbaru Sri Lailana menutup secara resmi.

Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XL di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru 2019 diselenggarakan dengan pola fasilitasi Pemerintah Kota Banjarbaru dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan Diklat dilakukan sejak 26 Agustus sampai 06 Desember 2019 atau seratus hari tiga puluh tiga hari kerja. Semua peserta Diklat dinyatakan lulus 100%.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah menyampaikan dengan selesainya pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, ada beberapa manfaat yang telah diperoleh baik secara pribadi maupun secara eksternal.

VIRAL Video Mobil Ferrari Diangkut Pesawat Garuda, Erick Thohir Bakal Pangkas Pejabat PT Garuda

BERLANGSUNG Link RCTI! Live Streaming TV Online Metube.id Timnas U-23 Indonesia vs Myanmar SEA Games

Ari Askhara Dipecat dari Dirut Garuda, Industri Pariwisata Gembira, Terungkap Fakta Ini

"Tentunya bisa meningkatkan kapasitas keterampilan dan juga kemampuan peserta Diklat. Selain itu juga sebagai syarat untuk jenjang karir selanjutnya," katanya.

Pemerintah Kota Banjarbaru selama ini, telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, pembinaan kajian sikap dan perilaku, kajian manajemen publik dan kajian aktualisasi terhadap penyelenggaraan roda pemerintahan, pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan.

Ditegaskannya bahwa Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang responsif terhadap permasalahan yang dihadapi serta selalu berupaya melakukan tindakan preventif terhadap pencegahan kemungkinan munculnya berbagai permasalahan yang muncul.

Sedangkan pemerintahan yang bersih adalah pemerintah yang jujur dan selalu menghindari praktek-praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta bertindak obyektif, netral dan tidak diskriminatif.

Disebutkanya bahwa era globalisasi, era otonomi daerah, era reformasi birokrasi dan era teknologi informasi saat ini, persaingan begitu ketat.

Halaman
12
Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved