Berita Tabalong

Ponpes Al Islam Kambitin Tabalong Lakukan Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok

Budidaya ikan menggunakan sistem bioflok kembali dikembangkan di Kabupaten Tabalong. Kalibini program yang merupakan bantuan dari Balai perikanan

Ponpes Al Islam Kambitin Tabalong Lakukan Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Ponpes Al Islam Kambitin Tabalong Lakukan Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Budidaya ikan menggunakan sistem bioflok kembali dikembangkan di Kabupaten Tabalong. Kalibini program yang merupakan bantuan dari Balai perikanan budidaya air tawar Mandiangin.

Bantuan diberikan ke Pondok Pesantren Al Islam Desa Kambitin Kecamatan Tanjung. Teknologi bioflok ialah teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme yang membentuk flok. Flok sendiri adalah kumpulan dari berbagai organisme baik bakteri, jamur, protozoa, ataupun algae yang tergabung dalam sebuah gumpalan.

Pemeliharaan ikan menggunakan media kolam terpal dengan pengairan yang dibantu dengan mesin untuk pembuatan gelembung.

Fahmi Kepala Seksi Uji terap teknik dan kerjasama, Balai perikanan budidaya air tawar Mandiangin mengatakan bantuan berupa delapan unit kolam terpal bundar debgan diameter tiga meter. Ikan yang dibudidaya adalah jenis ikan lele.

FAKTA GOL Timnas U-22 Indonesia Menuju Final SEA Games 2019, Garuda Makin Ganas di Babak Kedua!

LINK TVRI! Live Streaming Mola TV Tottenham vs Burnley di TV Online Liga Inggris, Asa Mourinho

Kapolri Jenderal Idham Azis Mutasi Dansat Brimob Polda Kalsel & Kapolres HST, Ini Pejabat Barunya

"Dalam satu kolam bisa untuk membudidaya 4000 ikan lele, dan saat ini kita lepas bibit sebanyak 4000 ekor kedalam kolam bundar," ujarnya.

Dari delapan kolam bundar yang diisi hanya tujuh sedangkan satu untuk persediaan air. untuk pengairannya menggunakan mesin yang dinyalakan hingga menimbulkan gelembung sebagai pembentuk oksigen dan menjaga bakteri yanh diletakkan di kolam tetap aktif.

Untuk mesin ini harus selalu menyala selama 24 jam, maksimal boleh mati adalah satu jam agar bakteri tidak ikut mati. Karenanya bantuan selain untuk instalasai kolam bundar beserta atap, bibit ikan dan pakan juga diberi mesin genset agar saat listrik mati mesin penghasil gelembung tetap bisa dinyalakan.

Untuk budidaya ikan lele menggunakan teknik bioflok sendiri membutuhkan wakru sekitar 2,5 bulan hingga panen. Jika yang sudah mengetahui teknik budidaya bioflok dalam satu kolam bisa menghasilkan 450 kilogram ikan.

Bantuan yang diberikan ini juga diberikan ke Pondok Pesantren Almadaniah Jaro, dengan masing masing bantuan aenilai Rp 171 juta. Bantuan diberikan ke pondok pesantren sekaligus untuk menjadi percontohan dan tempat yang strategisbagi pengembangan bioflok.

Untuk menjaga kolamnperlu dilakukan tenaga yang bertanggungjawab dan dilakukan dengan bergantian agar jika terjadi listrik walaupun malam hari bisa segera ditangani.

Pelepasan bibit ikan juga dihadiri oleh Bupati Tabalong Anang Syakhfiani, dalam kesempatan itu Anang mebgatakan sangat mendukung dengan adanya budidaya ikan menggunakan sisrem bioflok. Dan dirinya oun berharap hal tersebut bisa dikembangkan lebih luas lagi di Tabalong.

"Kami akan menjdikan Ponpes Al Islam percontohan untuk budidaya ikan menggjnakan bioflok," ujarnya.

KH Gusti Tamrani Pimpinan Ponpes Al Islam sangat berterimakasih dengan bantuan yang diberikan dan pihak Ponpes juga telah menunjuk untuk yang bertanggjngjawab mengelola sehingga benar benar dikelola dengan baik.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved