Berita Banjarmasin

Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Ikuti Student Mobility Program 2019 di 3 Negara Ini

Sebanyak 68 Mahasiswa yang terdiri atas perwakilan dari PTKIN seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Student Mobility Program (SMP) pada 24-30 November

Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Ikuti Student Mobility Program 2019 di 3 Negara Ini
Muhammad Rizqi Raharja untuk Banjarmasinpost.co.id
Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Ikuti Student Mobility Program 2019 di 3 Negara Ini 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 68 Mahasiswa yang terdiri atas perwakilan dari PTKIN seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Student Mobility Program (SMP) pada 24-30 November 2019.

Peserta melakukan kunjungan ke beberapa Universitas yang ada di negara tetangga, yakni Kolej Az-Zuhri di Singapura, KUIS-Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor (Universitas Islam Antarbangsa Selangor), International Islamic University of Malaysia (IIUM), dan di Fathoni University Thailand.

Dalam setiap kunjungannya, peserta melaksanakan seminar, diskusi, tukar pendapat antar mahasiswa lokal dan peserta SMP, mahasiswa dari tiap PTKIN pun akan mempresentasikan tulisan mereka mengenai moderasi keislaman yang sudah mereka kirimkan.

Hal ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai sistem akademik, proses pembelajaran, budaya lokal dan keislaman di negara lain, dan akhirnya dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk dapat berpikir maju dan berwawasan global dalam menjalankan kehidupannya, baik di dunia perkuliahan maupun saat menjalani kehidupan selepas masa kuliah.

Restu Ibu Atta Halilintar Jadi Kunci Jika Aurel Hermansyah Pacaran, Putri Krisdayanti Berubah?

Kehamilan Maia Estianty Kembali Disorot Imbas Foto Bareng Irwan, Eks Duet Mulan Jameela Sebut Ini

Curhat Mellya Juniarti Pasca Perceraian dengan Ustadz Abdul Somad (UAS) Viral, Sebut Buah Hati

Untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, UIN Antasari Banjarmasin mengirimkan 2 mahasiswanya sebagai delegasi setelah melakukan proses seleksi yakni; Muhammad Akbar Sani (Pend. Bahasa Inggris) dengan judul presentasi _The Role of Young People in the De-Radicalization of Religious Understanding_ , dan Muhammad Rizqi Raharja (Pend. Bahasa Arab) dengan judul presentasi الأخوة الإسلامية لدفع التطرف في الدين: دراسة تحليلية عن آيات القرآنية و الأحاديث النبوية.

Kegiatan ini bertemakan 'Dari PTKIN untuk Indonesia dan Dunia' yang bertujuan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta dalam rangka menuju World Class University.

Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Ruchman Basori mengatakan, SMP merupakan program untuk memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa mengenal sistem pendidikan, tradisi akademik, dan kemahasiswaan perguruan tinggi di luar negeri.

“Pimpinan Mahasiswa harus mengenal dunia luar, agar mampu mengikuti pergaulan global dan membekali diri sejumlah ilmu dan pengalaman untuk masa depannya," kata Ruchman.

(Penulis: Muhammad Rizqi Raharja, Mahasiswa prodi S1 Pend. Bahasa Arab UIN Antasari Banjarmasin)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved