Berita Banjarmasin

Peringati Hari Ibu, Warga Banjarmasin Diajak Jalan Sehat Keluarga, Dimeriahkan Senam Baras Kuning

Ribuan warga Banjarmasin, terlihat antusias mengikuti gelaran jalan sehat keluarga yang berlangsung Minggu (8/12/2019).

Peringati Hari Ibu, Warga Banjarmasin Diajak Jalan Sehat Keluarga, Dimeriahkan Senam Baras Kuning
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Ribuan peserta jalan sehat keluarga di Banjarmasin diajak Senam Baras Kuning, Minggu (8/12/2019). 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Suasana di depan panggung Siring 0 Kilometer Banjarmasin begitu ramai. Ribuan warga Banjarmasin, terlihat antusias mengikuti gelaran jalan sehat keluarga yang berlangsung, Minggu (8/12/2019).

Sebelum Jalan Sehat Keluarga dilaksanakan, peserta terlebih dahulu mengikuti senam yang tengah viral di Banjarmasin.

Ya, saat ini senam Baras Kuning memang tengah booming. Senam ini, selalu menjadi bagian ritual kegiatan di Kota Banjarmasin.

Terlihat Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf M Syech Ismed, SE, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani dan isteri bersama peserta senam dari Dharma Pertiwi, anggota Polda Kalssl Kalsel, TNI, IKWI Kalsel, Danlanud serta berbagai organisasi wanita lainnya ikut mengikuti gerakan senam Baras Kuning.

Bocah Ini Dipercaya Reinkanasi Dewa Hanuman, Punya Ekor dan Berprilaku Seperti Kera

Ketakutan ART Ashanty & Anang Terkait Sakit Autoimun Ibu Sambung Aurel Hermansyah, Ini Sebabnya

Rayuan Luna Maya ke YouTuber Ini Bikin Raffi Ahmad & Nagita Begini, Pengganti Ariel NOAH & Reino?

Videonya Terekam CCTV saat Beraksi Curi Helm Viral, Ketika Ditangkap 2 Pelaku Ini Ternyata Residivis

"Ayo, yang semangat kita semua senam Baras Kuning,"ujar instruktur mencontohkan gerakan Senam Baras Kuning,.

Warga yang hadir tak hanya diajak senam Baras Kuning, mereka juga senam Goyang Maumere serta senam Sajojo hingga suasana tambah meriah.

Acara jalan sehat keluarga merupakan rangkaian kegiatan rangkaian peringatan hari Ibu ke-91.

Sejarah Hari Ibu

Mengutip dari Kompas.com, kesamaan pandangan untuk mengubah nasib perempuan di Tanah Air membuat berbagai organisasi perempuan yang ada di Sumatera dan Jawa berkumpul dalam satu tempat.

Mereka berdiskusi, bertukar pikiran dan menyatukan gagasannya di Dalem Jayadipuran, Yogyakarta. Bermacam gagasan dan pemikiran diungkapkan dalam Kongres Perempuan pada 90 tahun lalu, 22 Desember 1928.

Selama tiga hari, dari 22 Desember sampai 25 Desember terdapat beberapa isu yang dibicarakan dalam pertemuan bersejarah yang dihadiri 600 orang dari 30 organisasi.

Tanggal 22 Desember 1983 adalah peringatan Hari Ibu ke-45. Hari Ibu diperingati setiap tahun sejak 1938 setelah kongres Perikatan Perempuan Indonesia di Bandung sepakat memilih tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Pemilihan berdasarkan sejarah bahwa pada tanggal tersebut berlangsung pertemuan pertama seluruh organisasi wanita Indonesia di Yogyakarta tahun 1928. Ibu-ibu yang tergabung dalam Kowani pada tanggal 22 Desember 1946 memperingatinya dengan menyerahkan bingkisan kepada warga DKI Jakarta.
Tanggal 22 Desember 1983 adalah peringatan Hari Ibu ke-45. Hari Ibu diperingati setiap tahun sejak 1938 setelah kongres Perikatan Perempuan Indonesia di Bandung sepakat memilih tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Pemilihan berdasarkan sejarah bahwa pada tanggal tersebut berlangsung pertemuan pertama seluruh organisasi wanita Indonesia di Yogyakarta tahun 1928. Ibu-ibu yang tergabung dalam Kowani pada tanggal 22 Desember 1946 memperingatinya dengan menyerahkan bingkisan kepada warga DKI Jakarta. (Dok. Kompas)

Isu yang dibahas antara lain pendidikan perempuan bagi anak gadis, perkawinan anak-anak, kawin paksa, permaduan dan perceraian secara sewenang-wenang. Selain itu, kongres juga membahas dan memperjuangkan peran wanita bukan hanya sebagai istri dan pelayan suami saja.

Video Betrand Peto Sentuh Dada Istri Ruben Onsu, Sarwendah Viral, Sohib Ayu Ting Ting Bereaksi

Susu Ibu Hamil Diminum Aurel Imbas Ulah Atta Halilintar, Putri Ashanty & Anang Hermansyah Begini

Mengangkat Seni Budaya Banjar Lewat Youtube, Said Jola Kini Miliki 145 Ribu Subscriber

Berawal dari situlah, persatuan dari beberapa organisasi wanita ini semakin kuat dan akhirnya tergabung dalam organisasi yang lebih besar, yakni Perikatan Perkoempolan Isteri Indonesia (PPII).

Sampai akhirnya, ketika Kongres ketiga, perkumpulan ini mematangkan dan menyuarakan mengenai pentingnya perempuan dan menetapkan 22 Desember, dimulainya Kongres Perempuan I pada 1928, sebagai Hari Ibu.

(banjarmasinpost.co.id/syaifulanwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved