Berita Banjarmasin

900 Penerima BNPT Banjarmasin Bermasalah, Aep: Belum Bisa Dicairkan hingga Akhir 2019

Sebanyak 900 penerima bantuan sosial (Bansos) progran bantuan pangan non tunai (BPNT) sebesar Rp110 ribu per bulan per keluarga

900 Penerima BNPT Banjarmasin Bermasalah, Aep: Belum Bisa Dicairkan hingga Akhir 2019
Dinas Sosial Banjarmasin
WARGA miskin penerima keluarga manfaat (KPM) bantuan pangan non tunai (BPNT) di kawasan Teluk Tiram Banjarmasin Barat, Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur mengambil telur dan gula di e warung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 900 penerima bantuan sosial (Bansos) progran bantuan pangan non tunai (BPNT) sebesar Rp110 ribu per bulan per keluarga penerimaan manfaat (KPM) yang ditranfer melalui rekening combo bermasalah.

“Iya 900 KPM BPNT di Banjarmasin dari 20.061 KPM bermasalah dan belum bisa dicairkan hingga akhir 2019 ini,” kata Aep Ruhya, S.Sos, MAP Kabid Bantuan Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Kemiskinan Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Senin (9/12/19).

Menurut Aep, dari kuota 20.061 KPM BPNT pada 2019 sudah sebanyak 95 persen sudah direalisasikan. Memang ada sekitar 900 KPM BNPT belum terealisasi karena bermasalah di lapangan.

Fakta Kemewahan Ari Askhara, Rumah Paling Mewah di Bali, Tapi Kalau Pulang Nginapnya di Hotel

Agnez Mo Diperlakukan Begini Kala Pulang ke Indonesia, sang Penyanyi Terima Ini di Bandara

Perasaan Raffi Ahmad ke Wanita Lain Diungkap Sosok Ini, Suami Nagita Slavina Disebut Galau

“Kami pun melakukan verifikasi ke lapangan dari 900 KPM BPNT yang bermasalah tersebut,” tegas Aep.

Dipaparkan Aep, dari hasil verifikasi tersebut, ternyata 900 KPM tersebut sudah digraduasi atau masuk graduasi mandiri. Artinya penerima manfaat atau KPM BPNT sudah bisa lepas dari program bansos yang selama ini diberikan.

“Peserta BPNT yang masuk program graduasi mandiri itu akhirnya tidak mau lagi mengambil program BPNT,” katanya.

Dipaparkanya, kondisi lapangan lainnya 900 KPM yang bermasalah tersebut, yakni penerima BPNT itu teranya saat ini berada di luar daerah dan tidak mengambil BPNT. Bahkan ada juga penerima BPNT sudah pindah ke daerah lainnya.

“Ada juga kartu combo BPNTnya hilang dan belum lapor ke Dinas Sosial Kota Banjarmasin,” katanya.

Menurutnya, dinas sosial pun segera melakukan rekonsiliasi data ke Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), terkait 900 KPM bermasalah. Atas usulan Kota Banjarmasin akhir 2019 ini, ada sekitar penambahan 400 KPM untuk program BPNT tersebut.

“Setiap realiasi dan pencairan BPNT itu selalu dilakukan evaluasi,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved