BPost Cetak

Ari Askhara Pasrah, Harga Saham Garuda Anjlok

Eks Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhawa mengaku pasrah dan siap mematuhi ketentuan yang berlaku. Ia menghormati keputusan tersebut.

Ari Askhara Pasrah, Harga Saham Garuda Anjlok
BPost Cetak
BPost Edisi Senin (9/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menteri BUMN, Erick Thohir mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara terkait penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pengiriman pesawat baru dari Toulouse, Prancis ke Bandara Soekarno Hatta dalam penerbangan dengan nomor GA9271.

Terkait pencopotan itu, Ari mengaku pasrah dan siap mematuhi ketentuan yang berlaku. Ia menghormati keputusan tersebut.

“Saya selalu menghormati serta mematuhi semuanya sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku,” ujar Ari lewat pesan singkatnya, Minggu (8/12/2019).

Sementara itu Menteri BUMN Erick Thohir dan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia meminta para karyawan tetap melakukan layanan yang terbaik kepada para pengguna jasa penerbangan meski kemungkinan terpengaruh oleh kasus penyelundupan motor Harley Davidson.

Menyeberang Perlintasan Kereta Api, Pedagang Putu Ini Tewas Tertabrak

Tragis, Atraksi Kuda Lumping Dilempar Batu, Kader PKK Ini Tewas Ditikam

Besok Bandara Internasional Syamsudin Noor Beroperasi, Terminal Lebih Luas 8 Kali Lipat

Diduga Dibunuh, TKI Asal Trenggalek Ini Ditemukan Tewas di Perkebunan Sawit Serawak Malaysia

“Seluruh karyawan Garuda di manapun berada, diminta untuk menjalankan tugas seperti biasa,” kata Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol.

Permintaan untuk melaksanakan tugas dalam rangka pelayanan dan menjaga nama baik Garuda serta bangsa Indonesia kepada para pilot dan kru kabin ini merupakan salah satu hasil dari pertemuan Menteri BUMN-Dewan Komisaris Garuda.

Poin penting lainnya dalam pertemuan itu adalah keputusan untuk memberhentikan sementara direksi Garuda yang terlibatsecara langsung maupun tidak langsung dalam kasus penyelundupan tersebut.

Sahala mengharapkan operasional Garuda tidak akan terganggu dan berlangsung normal seperti biasa karena kegiatan sehari-hari akan diemban oleh pelaksana tugas direksi.

Meski demikian, Sahala tidak mau mengungkap nama direksi yang diberhentikan sementara karena hal ini masih dalam proses penyelidikan lanjutan oleh Komite Audit Dewan Komisaris Garuda.

Dia juga enggan menyebut nama pelaksana tugas yang akan mengisi posisi direksi yang lowong. “Kami sedang membahas siapa yang terbaik,” kata Sahala.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved