Mitos di Masyarakat Banjar

Dipercaya Pertanda Tidak Baik, Orang Tua Banjar Melarang Anak Keluar Rumah saat Sanja Kuning

Mitos yang dipercayai sebagian masyarakat Banjar terhadap fenomena sanja kuning adalah suatu pertanda yang tidak baik.

Dipercaya Pertanda Tidak Baik, Orang Tua Banjar Melarang Anak Keluar Rumah saat Sanja Kuning
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Mitos yang dipercayai sebagian masyarakat Banjar terhadap fenomena sanja kuning adalah suatu pertanda yang tidak baik. 

BANJARMASINPOST CO.ID - Dalam bahasa Indonesia, sanja kuning adalah lembayung senja. Lembayung berarti merah jingga, warna yang terlihat ketika matahari mulai tenggelam.

Sanja kuning ini terjadi biasanya pada waktu menjelang maghrib. Sebagian masyarakat beranggapan apabila waktu sanja kuning tersebut menimbulkan mitos-mitos yang bervariasi.

Mitos yang dipercayai sebagian masyarakat Banjar terhadap fenomena sanja kuning adalah suatu pertanda yang tidak baik.

Ada yang meyakini, dengan adanya sanja kuning, berarti akan datang malapetaka, misalnya jatuh sakit, yang dinamai dengan penyakit kuning, bisa pula kapidaraan.

Jadi dalam tradisi urang Banjar, saat sanja kuning, orangtua akan segera meminta anaknya masuk ke dalam rumah agar terhindar dari marabahaya.

Apple Rilis Daftar Game dan Aplikasi Terbaik 2019, YouTube Posisi Teratas Kategori ini

Jasad Mr X yang Diduga Overdosis Dimasukkan Lemari Pendingin Kamar Mayat RSUD Idaman Banjarbaru

Akhirnya Ayu Ting Ting Ungkap Pria yang Punya Tempat Khusus di Hatinya, Bukan Robby Purba & Igun!

Menghilang Dua Minggu dari PAUD Jannatul Athfaal Samarinda, Balita Ini Ditemukan Tanpa Kepala

Vera, warga Jl Pramuka, Banjarmasin, mengakui bahwa sejak dulu para orangtua selalu mengingatkan, tatkala sanja kuning, anak-anak untuk segera masuk rumah agar aman.

"Saya masih ingat itu. Benar apa tidak, pastinya itu juga sebagai pembinaan agar jelang Maghrib hendaknya siap beribadah, bukannya asyik di luar rumah," ungkapnya.

Menurut Siti Maryam, warga yang paham kebiasaan masyarakat, memang saat senja, terutama umat muslim, harusnya tidak keluyuran di luar rumah, melainkan ada di rumah ibadah atau ibadah di rumah.

"Senja itu adalah saat mahluk halus keluar berkeliaran menggoda manusia.
Bahkan saat sanja kuning, ada saka orang yang punya ilmu magis tengah melepas ilmu yang tak baik itu," jelas Maryam.

Sebagaimana pernah terjadi dengan seorang teman Maryam yang jatuh sakit setelah pulang dari luar kota. Waktu itu bersepeda motor dan tidak mampir istirahat dulu saat senja tiba.

Kemarahan Rezky Aditya yang Baru Nikahi Citra Kirana Menyeruak, Pertanyaan Ini yang Jadi Penyebabnya

Akhirnya Ayu Ting Ting Ungkap Pria yang Punya Tempat Khusus di Hatinya, Bukan Robby Purba & Igun!

Operasi Aurel demi Wajah Tirus Diakui Teman Dekat Atta, Putri Krisdayanti & Anang Hermansyah Oplas?

"Hampir seminggu kepalanya selalu sakit dan saat dirawat di rumah sakit ternyata tak ada kelainan atau penyakit medis. Setelah keluar rumah sakit dan betatamba (berobat) tradisional, akhirnya diketahui ada beberapa jarum karatan keluar dari rambut secara gaib. Rupanya saat melintas di jalanan ketika sanja kuning itulah ada orang melepas ilmu hitam," tandas Maryam.

Begitulah mitos sanja kuning. Mitos berikutnya adalah tentang sawan. Hal ini juga terkait dengan mahluk halus yang menggangu manusia. Simak terus kisahnya dalam tulisan berikutnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved